Story cover for A Journal by dinarbaheera
A Journal
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Apr 04, 2020
Di tahun terakhirnya kuliah, Aretha Zayba harus menerima kenyataan keluarganya pailit. Ayahnya harus kehilangan uang yang cukup banyak karena tertipu oleh rekan bisnisnya. Dan di saat yang bersamaan, ia gagal lolos ujian masuk magister,padahal itu merupakan salah satu impiannya. Kini, Retha (begitu ia biasa disapa) tak memiliki persiapan apa pun untuk memasuki dunia kerja, namun kehidupannya harus terus berjalan.
Di sisi lain, ia bimbang untuk melanjutkan hubungannya dengan Wira, pria yang sudah lima tahun berhubungan dengannya. Kebimbangannya semakin bertambah, saat Wira berencana untuk melamarnya. Retha tak pernah mengira, kehidupannya di tahun terakhir kuliah sangat berat dan semakin bertambah berat setelah ia lulus. Bagaimana Retha akan menghadapinya? Dan mengapa Retha bimbang terhadap hubungannya dengan Wira?
All Rights Reserved
Sign up to add A Journal to your library and receive updates
or
#60skripsi
Content Guidelines
You may also like
Peluk Aku, Tuan by _ocellynn
11 parts Complete
Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.
You may also like
Slide 1 of 10
Peluk Aku, Tuan cover
Repihan Rasa (Selesai) cover
Terlalu Peka cover
SKRIPSUIT  ✔ cover
RETAK [END] cover
Aira cover
mimpi yang menyatu ( REVISI ) cover
LDR Atha Lea (Sequel) cover
Evᥱr A𝖿tᥱr ᗯіth ϒ𝘰u ᥫ᭡ cover
MAHASISWA YANG JATUH HATI cover

Peluk Aku, Tuan

11 parts Complete

Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.