JUST LOVE

JUST LOVE

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
"Apa yang menjadi masalahnya?" sorot mata beriris coklat menatap lawannya dengan sendu. "Ya perbedaan usia kita. Pahamkan?"Arjuna mencoba mengeraskan hatinya. Bagaimanapun juga, gadis didepannya memiliki perjalanan yang masih panjang. Dan Arjuna jangan egois. "Gak! Dan gak mau dibuat paham."matanya sudah mulai berkaca-kaca bahkan kacamata yang dipakainya mulai berembun. Namun sorotnya kini berubah, berkilat dan penuh dengan kabut amarah. "Terserah"finally. Arjuna mengeluarkan kata keramatnya, usahanya mengeraskan hatinya berhasil. And then dia pergi dari cintanya. Menyesali pertemuan yang menghasilkan banyak kenangan indah, jika pada akhirnya akan berpisah.Lantas untuk apa dipertemukan? Menyesal karena pertemuan kita teralu indah untuk disudahi, terlalu mengesankan untuk dilupakan dan terlalu sempurna untuk dihancurkan. - Rafa Arjuna Jika kamu berfikir dengan kepergian akan menyelesaikan masalah, kamu salah! Justru masalah lainnya datang silih berganti. Jika kamu pergi, maka aku pulang untuk tetap menunggumu didepan pagar yang dulu mempertemukan kita. Just love, im not feel afraid but im happy. - Dara Rossaline
All Rights Reserved
#230
bedausia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Mungkin? (Tamat)
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Kisah Akala
  • Arshaka Heizen Lergan
  • FEARLESS || JAYISA

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines