Story cover for HEART by fella_ajeng
HEART
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 04, 2020
Feira  " Meskipun aku jauh darimu, percayalah.. Aku selalu Ada di dekatmu Dan akan selalu mencintaimu"

Alland " Aku berusaha untuk mengkhilaskanmu pergi jauh dariku, setidaknya Ada bagian yang kau tinggalkan untukku itu sangat berarti bagiku"

🍃🍃🍃

Cinta? Apa pendapatmu tentang cinta?

Cinta itu butuh pengorbanan Dan kepercayaan, Tidak semua akhir kisah cinta selalu happy ending Ada kalanya Kita merasakan pengkhianatan kekecewaan berakhir dengan perpisahan, di cerita ini akan Aku beri tahu apa itu arti cinta Yang sebenarnya.

***

Ini cerita yang menceritakan tentang sepasang kekasih saling menyayangi dan mencintai tapi akhir dari cerita ini tidak akan kalian duga.
All Rights Reserved
Sign up to add HEART to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Erlangga cover
Our Story cover
Her&Lass True Story cover
Hurts (complete) cover
Bound To Protect  cover
BADAI PERNIKAHAN (End) cover
Untuk Kamu, Zenta [TELAH TERBIT] cover
Reyhan & Revalina (COMPLETED) cover
HELLO DEAR cover
My husband Alvino(lengkap) cover

Erlangga

7 parts Complete

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?