DESTIN (REVISI)

DESTIN (REVISI)

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 1, 2021
Tuhan selalu memberikan takdir bagi para hambanya. Ada yang buruk, ada yang baik. Antara kata 'Sial' dan kata 'Beruntung' Ada yang mudah dan ada yang begitu rumit untuk dilalui. Takdir begitu lihai membolak-balikkan keadaan. Lalu, takdir apakah yang di lalui seorang gadis bernama Nata Laurinda? Akankah ia mendapatkan takdir yang baik, atau malah sebaliknya? Dibalik wajah ceria gadis itu ternyata menyimpan banyak goresan luka di hatinya. Saat dipertemukan dengan seseorang yang mampu membuat hidup Nata lebih berarti dan bahagia, lalu orang dari masa lalunya datang. Siapakah yang Nata pilih?
All Rights Reserved
#187
cemburu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • EVIDEN (Republish)
  • Peak of Love
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Nathalea
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Interweave
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Ruang Tanpa Suara
  • Alur Kehidupan [REVISI]

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines