
"tuan kucing?" gadis itu tersenyum dengan mengigit kecil ujung guling yang ia peluk, badanya berguling kesana sini dan membuat decitan nyaring pada ranjang. "hm?" dan suara diseberang telepon membuatnya mengembangkan senyum, syukur ternyata yang dipuja masih sadar. "hei tuan kucing, aku mencintaimu" tanpa sadar, saat itu mereka mulai saling menyakiti pertahanan hati masing-masing.All Rights Reserved
1 part