"tuan kucing?" gadis itu tersenyum dengan mengigit kecil ujung guling yang ia peluk, badanya berguling kesana sini dan membuat decitan nyaring pada ranjang.
"hm?" dan suara diseberang telepon membuatnya mengembangkan senyum, syukur ternyata yang dipuja masih sadar.
"hei tuan kucing, aku mencintaimu"
tanpa sadar, saat itu mereka mulai saling menyakiti pertahanan hati masing-masing.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
"Lagi dan lagi lo bisa buat gue jatuh cinta lo bisa bikin gue nyaman dan bikin gue percaya sama cinta . jadi jangan pernah bikin gue kecewa karena saat gue ngerasa lelah gue bakalan pergi dan enggak akan kembali"
*Kaylacia*