MY TEACHER  [MY TEACHER, MY LOVER]

MY TEACHER [MY TEACHER, MY LOVER]

  • WpView
    Прочтений 82,569
  • WpVote
    Голосов 2,619
  • WpPart
    Частей 27
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published чтв, июл. 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
[DON'T COPY OKEY] Guru itu memang tampan seperti pangeran. tapi semua itu berbanding terbalik ketika Keylisia siswi SMA yang selalu berdebat dengan guru itu dan membuat keylisia jengkel bahkan benci kepada guru itu. Namun, takdir berkata lain, dan membuat keylisia harus menerima keadaan bahwa dia bukanlah murid biasa di mata guru itu. . . . "BODO AMAT MAU DENGER APA ENGGAK. YANG PENTING MASI GURU MAGANG AJA BELAGU". "kamu ga punya sopan santun ya? Ini kantin tempat makan, bukan tempat triak triak keylisia". "OH YA? SAYA BARU TAU INI KANTIN PAK. HEHEHE MAAP MAAP". "kamu mau saya laporkan ke guru BK key?." "aduin aja saya ga takut. Sana sana kenapa bapak masih di sini? Katanya mau aduin saya". "keylisia saya serius!!". "bodo amat. Udah bel gess yok kita ke kelas. Hiraukan saja guru magang ini. hus hus permisi pak saya mau lewat."
Все права сохранены
#79
jadi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Tingkat Tiga
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • (In)credible Marriage
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • BarraKilla
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • friendship dump
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • ON SIGHT (Completed)
  • Antara Fajar Dan Senja [TERBIT]

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту