Senja Kita Abadi♡

Senja Kita Abadi♡

  • WpView
    Reads 846
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 12, 2020
Hai Namaku Dinda Lola Handayani. Biasanya aku menulis ceritaku hanya lewat buku diaryku karna aku tak ingin seseorang mengetahui tentang apa yang aku rasakan.Dan inilah pertama kali nya aku menulis lewat wattpad dan menceritakan apa yang selama ini aku rasakan. Ini tentang cerita nyata ku seorang penikmat senja yang menulis berdasarkan pengalaman pribadiku,Tentang pikiranku yang ku tuangkan lewat kata-kata.Dan aku mempunyai banyak impian-impian dalam hidupku. Dan tentang kisah cerita cinta ku... Dan sampai kisah terakhirku senja yang awalnya senjaku menjadi senja kita:) Jangan lupa baca vote dan komen oke:)
All Rights Reserved
#187
penasaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • SANDI & FANYA
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • You're Here, But Not For Me

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines