Priceless New Bride Accidentally Offending The Dangerous CEO

Priceless New Bride Accidentally Offending The Dangerous CEO

  • WpView
    Reads 38,946
  • WpVote
    Votes 2,003
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadOngoing32h 48m
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 7, 2024
Author(s) : Aves Dean (diterjemahkan dengan bantuan google translate) Dia mabuk di bar dan secara tidak sengaja menyinggung suaminya yang jarang dia temui selama pernikahan dua tahun mereka! Rumor mengatakan bahwa Tuan Muda Rong Yan adalah seorang germaphobe dan tidak akan pernah membiarkan seorang wanita mendekatinya. Kenapa dia pengecualian? Rumor mengatakan bahwa Tuan Muda Rong Yan adalah orang yang pemarah dan siapa pun yang menyinggung perasaannya, akan dikirim untuk menemui Hades. Tetapi mengapa dia masih utuh setelah memprovokasi dia? Dia pasti akan membuat mereka yang menggertaknya dan memperlakukannya dengan tidak adil, membayar konsekuensi atas tindakan mereka! "Peraturan Rumah Little Custard" "Aturan No. 1: Kamu bisa memeluk wanita cantik tapi kamu tidak bisa akrab dengan mereka!"; "Peraturan No. 2: Jika Anda tidak senang dengan saya, Anda dapat mengajukan keberatan atau membuat saran, tetapi Anda tidak diizinkan melakukan kekerasan!"
All Rights Reserved
#232
terjemahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Kiss The Sweetest You (END)
  • 𝐒𝐡𝐞'𝐬 𝐌𝐲 𝐎𝐛𝐬𝐞𝐬𝐬𝐢𝐨𝐧 { 𝗢𝗚 }
  • C || TUAH AKALIL : THE BEGINNING
  • 𝑪𝒊𝒏𝒕𝒂 𝒀𝒂𝒏𝒈 𝑻𝒆𝒓𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 ✓
  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • Buku Harian Orang Gila (Buharla)
  • Unforgettable Love
  • C | Senja Terakhir Kita
  • The Reason We Broke Up
  • Lelaki Itu Takdirku
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • Kelahiran Kembali Sang Pewaris: Air Mata Permata Laut

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines