Aidan ; Esok yang Lebih Baik

Aidan ; Esok yang Lebih Baik

  • WpView
    Reads 2,547
  • WpVote
    Votes 246
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku udah pernah coba sadarin dia sebelumnya." "Dan dia ngga mau denger kan? Dia masih dengan kemarahannya, dia masih dengan keegoisannya. Karena itu dia ngga akan pernah mau dengerin kamu. Tapi karena itu juga Dan, kamu harus buat dia mendengarkan kamu. Buat dia terdesak, hingga dia ngga punya kesempatan untuk menghindar dari apa yang ingin kamu sampaikan padanya. Dia yang merasa tinggi harus tahu, kesombongannya itulah yang akan menghancurkan dirinya sendiri. Kalahkan dia, Aidan... lalu sadarkan dia..." Kata-kata Kira sampai padanya. Meski membuat ibunya koma. Meski dirinya dibuat babak belur olehnya. Meski ia ingin sekali membencinya, nyatanya ia tidak bisa. Aidan, ia hanya ingin diperlakukan selayaknya seorang adik oleh kakaknya, Aron, yang kini begitu banyak berubah. Satu yang ia yakini, kalau itu bukanlah kesalahan Aron sepenuhnya. Bisakah ia menyadarkannya? Memperbaiki keluarga mereka ke arah yang lebih baik. Mampukah ia bangkit dari keterpurukannya? Memberikan sinar kehangatan di hati Aron yang sedang membeku. Inilah perjalanan Aidan bersama Kira, teman masa kecilnya yang akan menuntunnya melewati itu semua.
All Rights Reserved
#210
kekuatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Love Became a Memory
  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • VARA [HIATUS]
  • Not Fair!
  • JUST BE MINE [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • ARKAN & ARINA (TAHAP REVISI)
  • Lumen Spei. [Ongoing]

(COMPLETED) Galleo Ravindra Arjuna, anak dari keluarga basket legendaris, hidup di bawah bayang-bayang nama besar orang tuanya. Di sisi lain, Elara Aeris Ganeswara, anak seniman terkenal, tumbuh dengan kebebasan dan dunia penuh warna. Ketika keduanya bertemu, dunia mereka yang bertolak belakang mulai berbenturan. "Kenapa sih kamu selalu sibuk sama basket? Apa aku nggak cukup penting?" protes Elara, matanya penuh kekecewaan. "Bukan gitu, El. Aku cuma... ini tanggung jawab aku juga. Tapi kamu harus tahu, aku nggak pernah ngelupain kamu," jawab Galleo lembut, mencoba menenangkan. Tapi apa jadinya ketika perbedaan mimpi dan gaya hidup mereka mulai menguji hubungan? Saat tawa berubah menjadi debat, dan cinta dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, keduanya harus belajar untuk saling menerima, atau menyerah. "Aku nggak mau jadi prioritas kedua, Gal." "Dan aku nggak mau kehilangan kamu." Bisakah Galleo dan Elara menemukan cara untuk menyelaraskan dunia mereka? Atau, apakah perbedaan mereka terlalu besar untuk dijembatani? Sebuah kisah tentang cinta, konflik, dan perjuangan untuk memahami satu sama lain di tengah segala perbedaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines