To Be With You (Slow Update)

To Be With You (Slow Update)

  • WpView
    Reads 556,451
  • WpVote
    Votes 45,103
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 21, 2020
Yuvanka Maharani adalah seorang mahasiswi semester lima yang juga seorang foto model. Niat terbesarnya melakukan modeling di tengah jadwal kuliah yang padat adalah untuk melihat Yoga, iya karena laki-laki. Cinta dalam hati, itulah yang ia lakukan. Ia tak mungkin dengan sembrono menyatakan cinta pada seorang Yoga yang brengsek, terlebih karena laki-laki itu adalah kekasih sahabatnya. Prayoga Lynn Wijaya. Di usianya yang hampir menginjak tiga puluh tahun, ia masih asyik dengan dunianya. Jauh dari kata serius dan menikmati perannya sebagai fotografer paling diminati. Wajah yang rupawan dan harta yang melimpah berhasil membuatnya menjadi si brengsek, player, heart breaker. Yuva dan Yoga, nama yang hampir mirip, tapi itu bukan berarti apa-apa. Yuva gadis baik-baik tak seharusnya mencintai Yoga yang brengsek. Gadis itu tahu, ketika ia sudah mulai mencintai, maka ia tak akan bisa menghitung berapa rasa sakit yang akan dikecapnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • TIGA BAYANGAN CINTA [ END ]
  • DEAR...   [TAMAT]
  • Senjaku telah Kembali
  • Kekasih Tuan Muda/ Baby In A Dream (Terbit)
  • POSESIF
  • Heart Stealing ♤
  • Patah Yang Parah
  • She Owns the DEVIL Prince

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines