Moment At Seventeen (Slow Update)

Moment At Seventeen (Slow Update)

  • WpView
    Reads 963
  • WpVote
    Votes 545
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
• FOLLOW DULU YUK!!! • __ ''Kata orang masa SMA itu, masa masa yang paling indah..... Dan kini aku bisa merasakan bahwa itu benar adanya, moment yang selalu terkenang untuk selamanya bersama teman teman saat umur yang beranjak ke 17 ataupun meninggal kan umur itu... Semua moment yang terjadi bersemi di Putih Abu-Abu '' -- Moment At Seventeen⏳ • • • • • • • • • • • Percayalah perpisahan ini bukan untuk selamanya Karena semua moment yg kita lalui masih bersinar begitu terang dan moment memesona yg kualami pda usia 17 thun benar benar indah -- NIKITA RAPHAELA NATHASYA ⏳ ... dan semua yang terjadi di masa SMA ku terasa indah semenjak mengenal dirimu -- NAEL CHRISTOF THEO ⌛ Masa SMA bukan hanya mengingat tentang percintaan seorang remaja, namun tentang persahabatan, keluarga, guru, teman sebaya, sekolah terakhir sebagai murid dan masalah masalah yang akan di hadapi sebagai remaja yang beranjak dewasa dalam mencari jati diri. Aku, kamu... Pasti akan menjalani masa ini, tinggal bagaimana cara nya kita mengisi moment yang ada untuk menjadi salah satu kenangan dan memori yang indah dalam hidup kita, jadi... Siapkah kamu menghadapi nya? Atau Siapkah kamu meninggalkan moment moment ini? # 1 in Angkatan Corona ( 11-07-2020) Start: 03 Mei 2020
All Rights Reserved
#161
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines