hati yang tersakiti

hati yang tersakiti

  • WpView
    GELESEN 167
  • WpVote
    Stimmen 19
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Mai 14, 2020
Aku rela orang yang ku sayang untuk sahabatku seharusnya aku yang kecewa tapi kenapa malah sahabatku yang kecewa dan marah, padahal aku melakukan itu untuk sahabatku sendiri "sekarang lo tau kan rasanya lo fikir di gituin enak, gak enak kan gua juga sama"ucapnya dengan nada kesal dan marah aku yang mendengar dia berkata seperti itu hanya menunduk menyimpan air mata ku mencoba menahannya agar tidak jatuh dan membasahi pipi ku sakit rasanya aku mendengar dia berkata seperti itu ya allah apa yang harus ku lakukan akankah aku harus tetap mencintainya atau aku berhenti mencintainya Dengan cara dia berkata seperti itu pada sahabatku maka dia sudah memberi sinyal bahwa aku harus berhenti mencintainya ... Tolong beri tanggapan kalian tentang cerita ini agar jika ada kesalahan saya bisa memperbaikinya tolong hargai usaha saya yang mengetik dan berfikir membuat cerita yang bagus untuk di baca jadi jangan lupa vote and komen 👌
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Love In The Past {END}
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • Mafia & Dokter 🔞⚠️  || GULFMEW {END}
  • Cerita Tentang Kita
  • Friendzone
  • Why ?? 💖Love Him
  • Dear You
  • G.H.E.A ✔[END]

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien