Unexpected Match

Unexpected Match

  • WpView
    Lectures 143
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., avr. 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Terik matahari yang menyengat membuat Shani terasa sedikit pusing. Ia masih menjalankan hukumannya di lapangan yang besar itu,Shani tau jika ia salah. Telat,itu salahnya. Tapi alasan kenapa ia telat yang masih bisa dimaklumi membuat hukuman yang tadinya harus membersihkan seluruh toilet menjadi hormat ke bendera yang ada di depannya ini. "Kapan selesai sih?" Tanyanya pada diri sendiri. "Sampe lo sadar kalo lo salah." Ucapan seseorang membuat Shani mengernyit dan menatap seseorang yang ada disampingnya. "Lo sendiri ngapain disini? Berarti,lo ga sadar dong kalo lo salah." Shani tersenyum puas melihat ekspresi seseorang itu yang terdiam karena pertanyaan nya. "Gue juga punya alasan kok. Tadi aja,gue hampir dihukum bersihin seluruh toilet yang ada disekolah ini. Untungnya alasan gue masuk akal,jadinya gue dihukum disini." Lanjutnya. Kalo belum tau,jangan ngomong dulu ya mas nya.. "Oh." Jawab orang itu dengan ekspresi datar. "Lo sendiri ngapain disini,lo salah apa?" Tanya Shani penasaran. "Lo gaperlu tau." "Oh,yaudah kalo gitu." Shani memutar bola matanya malas. "Ngeselin banget sih! Dasar cowok!" Batin nya "SHANI! DAN... SIAPA KAMU?" Teriak Pak Dimas yang tiba-tiba muncul. "Ghani pak." "Oh,Ghani namanya. Tapi kok,namanya bisa mirip gue ya?" Batin Shani. "Oh iya Ghani,kalian berdua hukumannya selesai!" Ucap Pak Dimas sambil menunjuk Shani dan Ghani. "Baik pak,terimakasih." Ucap Ghani dan Shani bersamaan. "Lain kali,jangan diulangi lagi kesalahannya!" Ucap Pak Dimas lalu pergi meninggalkan Shani dan Ghani. Setelah itu,Ghani langsung pergi begitu saja,meninggalkan Shani yang masih diam. Ketika bertemu tanpa keinginan dan mencintai tanpa awal yang indah.
Tous Droits Réservés
#25
alika
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Friendship In Love
  • I'm okay (END)
  • Rumah Tanpa Atap
  •  ANATHA
  •  At SKOOL?
  • LUKA [END]
  • Ellara Le Runa
  • Perkara Cinta Yumna
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • The Story Of Aghea

"Anisa hari ini kamu cantik buangetttt, pakek u tripel t lagi." Rayu Alif kepada Anisa. Anisa sama sekali tidak kebaperan atau ngeflay karena dia atau betul sifat sahabatnya, kalau ada maunya pasti memuji. Kebiasaan yang terhaqiqi. "Dari dulu."ketus Nisa dengan raut muka datar alias biasa-biasa saja. "Tapi sayang Tollloollll L nya tripel tripel." Kata Alif sambil menekan kata Tollol pada kalimatnya. "Loe tu yang begog, kalau gue gak tolol mana mau gue sahabatan sama Alien nyasar kaya loe." Jawab Nisa sambil menjitak kepala Alif saat kata Begog. Mereka memang sahabat yang konyol dan aneh. "Sialan loe." Melihat makanannya dan makanan Reza sudah habis, Alif berdiri untuk kembali. "Za ayo cabut, mbak min nanti yang bayar makanan Alif sama Reza Anisa ya. Soalnya dia baru ulang tahun." Setelah berbicara panjang lebar kali tinggi ditambah volume eh maksudnya setelah berbicara Alif langsung pergi sambil menjulurkan lidahnya ke arah Anisa. "oke." Jawab mbak Mina Uhuk-uhuk Mendengar kata-kata yang dilontarkan Alif, Anisa langsung kesedak saat minum. "Ati-ati dong kalo minum." "Alien, awas aja loe ya." Teriak Anisa kencang. Dia baru sadar kalau jadi sorotan mata para pengunjung lainnya. Tapi dia tetap tidak peduli. "Emangnya loe ulang tahun Nis? Bukannya masih lama ya?" Tanya Nafisya dengan nada polos. "Ya Allah kenapa engkau beri aku teman sepintar ini?" Mendengar dumelan Anisa, Nafisya hanya tersenyum kecil. "Alif itu lagi ngerjain gue." Dumel Anisa sambil berdiri merogoh sakunya. "Berapa mbak?." Tanya gadis itu kepada mbak Mina. "Sekalian sama Alif Reza kan?" Tanya mbak Mina. "Iya." Baca selengkapnya:")

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu