Unexpected Match

Unexpected Match

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2020
Terik matahari yang menyengat membuat Shani terasa sedikit pusing. Ia masih menjalankan hukumannya di lapangan yang besar itu,Shani tau jika ia salah. Telat,itu salahnya. Tapi alasan kenapa ia telat yang masih bisa dimaklumi membuat hukuman yang tadinya harus membersihkan seluruh toilet menjadi hormat ke bendera yang ada di depannya ini. "Kapan selesai sih?" Tanyanya pada diri sendiri. "Sampe lo sadar kalo lo salah." Ucapan seseorang membuat Shani mengernyit dan menatap seseorang yang ada disampingnya. "Lo sendiri ngapain disini? Berarti,lo ga sadar dong kalo lo salah." Shani tersenyum puas melihat ekspresi seseorang itu yang terdiam karena pertanyaan nya. "Gue juga punya alasan kok. Tadi aja,gue hampir dihukum bersihin seluruh toilet yang ada disekolah ini. Untungnya alasan gue masuk akal,jadinya gue dihukum disini." Lanjutnya. Kalo belum tau,jangan ngomong dulu ya mas nya.. "Oh." Jawab orang itu dengan ekspresi datar. "Lo sendiri ngapain disini,lo salah apa?" Tanya Shani penasaran. "Lo gaperlu tau." "Oh,yaudah kalo gitu." Shani memutar bola matanya malas. "Ngeselin banget sih! Dasar cowok!" Batin nya "SHANI! DAN... SIAPA KAMU?" Teriak Pak Dimas yang tiba-tiba muncul. "Ghani pak." "Oh,Ghani namanya. Tapi kok,namanya bisa mirip gue ya?" Batin Shani. "Oh iya Ghani,kalian berdua hukumannya selesai!" Ucap Pak Dimas sambil menunjuk Shani dan Ghani. "Baik pak,terimakasih." Ucap Ghani dan Shani bersamaan. "Lain kali,jangan diulangi lagi kesalahannya!" Ucap Pak Dimas lalu pergi meninggalkan Shani dan Ghani. Setelah itu,Ghani langsung pergi begitu saja,meninggalkan Shani yang masih diam. Ketika bertemu tanpa keinginan dan mencintai tanpa awal yang indah.
All Rights Reserved
#161
shani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I'm okay (END)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  •  ANATHA
  • Friendship In Love
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Friendship Journey [Tamat]
  • ONLY YOU
  • ALVANSA [Completed]
  • Ellara Le Runa
  •  At SKOOL?

Orang tuanya selalu bertengkar, tak ada yang bisa ia lakukan selain berusaha meyakinkan diri bahwa keluarganya akan baik-baik saja. Pertengkaran adalah hal wajar dalam rumah tangga. Tumbuh gadis itu berdampingan dengan rasa sakit. Hingga tiba pada satu kejadian, Caramel terpaksa harus mengantarkan surat cinta milik sahabatnya, alih-alih sudah benar, ternyata surat itu salah alamat. Berujung pada benih-benih cinta antara Caramel dengan si penerima surat tadi. Namun, keadaan tak semulus yang dibayangkan kala keduanya semakin dekat, Caramel justru terbayang adegan mengerikan kala kedua orang tuanya yang saling mencintai justru berujung saling menyakiti. Caramel trauma dengan Cinta. Juga tak percaya dengan sebuah hubungan. "I don't believe in a relationship." - Caramel. Note : Di beberapa chapter awal, cerita ini tidak ada kisha romansa sama sekali. Author ingin menceritakan bagaimana sakitnya tokoh Caramel. Setelahnya, baru author ciptakan adegan manis guna menunjukkan bahwa roda kehidupan itu berputar. Cerita ini dibuat semata-mata hanya untuk menyalurkan hobi dan imajinasi. Start : 16-04-22 End : 21-10-22 Rank : # 1 in overthinking [31-08-22] # 1 in brokenhome [26-10-22] # 1 in pelajaran hidup [30-10-22] # 1 in insecure [11-11-22] # 4 in cinta beda agama [10-11-22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines