Bimbang.

Bimbang.

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2020
"Lo nggak akan paham Kai, seberapa besar gue sayang sama lo! Gue nggak bisa milih harus suka sama siapa." Ucap Keenan melepaskan genggaman tangan mereka, ia memilih untuk melangkah meninggalkan Kaisya. "Ken! Sorry! Gue nggak bisa bales perasaan lo. Gue udah terlanjur sayang sama Reino. Lima tahun gue berusaha ngelupain perasaan ini. Tapi gue gak bisa.. Hati gue juga sakit ngerasain semua ini sendirian." Ucap Kaisya lirih, ia tidak berani menatap Keenan. Perasaannya kini berkecamuk, siapa yang harus ia pilih? Apakah ia tetap egois dengan pilihanya atau memilih untuk melupakan perasaannya? Setelah mendengar ucapan gadis itu, Keenan pun menghentikan langkahnya. Gadisnya sedang terisak, suara itu terdengar jelas. Hati Keenan tersayat mendengar Kaisya menangis, namun ia masih egois dan memilih untuk tidak menghampiri gadis itu. "Kai, kenapa kamu nggak bilang dari dulu kalau kamu suka sama aku?" Ucap seseorang di belakang gadis itu. Kaisya dan Keenan kaget mendengar suara itu. Seketika bibir mereka kelu. 'Reino?!' batin Kaisya.
All Rights Reserved
#3
kaisya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Princess Syndrome
  • ALZEUS (END)
  • BAD LIAR (Completed)
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Rannia√
  • My Lovely Fuckboy
  • ALSYA
  • She is Queen
  • ARANAYA (END)

Mungkin karena terlalu dimanjakan oleh kedua orang tuanya sejak kecil, ia tumbuh menjadi cewek angkuh yang segala kemauannya harus di turuti. Dia, Sia Queena. Cewek pengidap 'princess syndrome' yang berwajah super cantik, kulit putih bersih bak porselin, tubuh tinggi semampai seperti model kelas dunia. Cewek nyaris sempurna yang selalu haus perhatian, arogan, dan merasa berkuasa. Mulutnya bahkan tidak pernah sama sekali mengucap maaf dan terimakasih. Ketika semua orang di sekolahnya selalu menganga kagum melihat Queen, tidak dengan satu cowok yang sama sekali tidak tertarik dengan hal yang berhubungan dengan cewek itu. Bahkan, ingin kenal pun ia sama sekali tidak berminat. Namun, semesta seolah menggiringnya untuk berada dalam satu lingkaran takdir dengan Queen. Seolah-olah ia memang diutus dan di tugaskan untuk mendampingi Queen dan mengenggam erat tangan itu selalu--dimana pada titik tertentu, Queen mengalami satu peristiwa yang mengungkap rahasia gelap yang selama ini disembunyikan dengan baik oleh kedua orang tuanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines