Sembuh

Sembuh

  • WpView
    Reads 393
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2020
Ini kisah Arenaisha Arrasyhan, Zidane Ghalibie dan Agam Affaghan. ------------------------------------------------------------ "Kamu baik-baik saja? Maaf, saya terburu-buru, saya tidak tahu ada kamu tadi." Kupukul kepalanya menggunakan tas laptopku yang berat. Biar saja ia memakan karmaku satu itu, pikirkan bokongku. Kalau retak, mau tanggung jawab? Ia melongo, wajahnya jutek. Namun kuakui ia tampan. Bibirnya yang belah terlihat merah seperti memakai liptint, alisnya juga tebal menawan, matanya yang coklat menatap dalam dan walaupun hidungnya sedang-sedang saja tapi bulu matanya terlihat seperti bulu mata palsu, sangat lentik dan indah. Dia tampak kesakitan setelah kupukul, namun menyodorkan kembali tangannya, ingin meminta maaf. Aku yang masih emosi luar biasa, masih terdiam dan kemudian mengingat harus bergegas ke kelasku. Efek sakitnya perutku juga membuat ubun-ubun terasa ingin pecah. Jadi kuabaikan saja tangannya itu sembari melewatinya. Namun tiba-tiba sebuah kantong plastik menabrak bahuku. Sial, sudah tidak tahu malu, kurang ajar lagi. Aku kesal sekali! Ingatkan aku untuk mengingat orang satu ini. "Ada roti dan susu disana. Tidak usah maafkan saya, tapi seenggaknya kamu harus makan biar bokongmu lebih berisi lagi setelah terbentur tangga." ujarnya datar sembari menuruni tangga. APA? Apa aku tidak salah dengar? Sial. Dia mengejekku tepos maksudnya?
All Rights Reserved
#56
writer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Davin [On Going]
  • Crazy Couple [End] ✔
  • 27 FEBRUARI
  • 5 JAGOAN AYAH
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Rasa Tanpa Kata
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • ALETA
  • Converge With You [On Going]

"b-biarin gue tenang kali inii! Biarin g-gue gak ngerasain rasa s-sakit lagi." "Gakk Vin! Gak akan. Lo gausah ngomong yang aneh-aneh. Gue yakin lo itu kuat!" "Gue bener-bener c-capek, Zan," lirih Davin dengan bibir yang bergetar. "Masih banyak yang sayang sama lo! Algarez dan Cia butuh lo Davin. Ayoo wujudin semua mimpi lo bareng gue! Ada Olimpiade yang harus lo jalanin besok. Lo gak boleh lupain ituu. Gue selalu support lo!" Ucap Narzan susah payah dengan guyuran air mata yang engan berhenti. Dadanya terasa sesak. Sangat sesak! Melihat Davin yang terbaring di brankar dengan wajah pucat pasi. "G-gue mohonn arzan, g-anteng, d-unia, ak-hi-rat," Davin tersenyum, kala melihat Narzan terkekeh mendengar panggilan itu. Dulunya Narzan sangat membenci panggilan itu, menurutnya itu sangatlah berlebihan. Tetapi kali ini, Narzan menyukainya. "Gue ti-tip ini buat, Cia.." Davin memberikan secarik kertas kepada Narzan. ◍ "Aku titip mata aku sama kamu yaa, jaga baik-baik." ≻───── ⋆✩⋆ ─────≺ Kapan luka ini berakhir? Nyatanya luka ini terus selalu hadir sampai dimana hari terakhir itu tiba! #1 penulispemula 🏆 #1 lukaabadi 🏆 #2 markas 🏆 #3 terpuruk 🏆 #3 cia 🏆

More details
WpActionLinkContent Guidelines