Keyvian

Keyvian

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 21, 2020
"Lo serius mau pergi? Kemarin2 lo bilang kalo emang sekeras kepala itu lo ingin sama gue sampe akhir, gue ga nyangka justru sekarang..." Ucap Keyvana terputus, sesak. Teramat "Iya itu dulu Na, sekarang lo harusnya tau, kalo gue sebatu itu gamau balik lagi sama lo" Lelaki itu berbalik, bermaksud untuk pergi meninggalkan Keyvana, Dug "Vin, sekalipun lo mau pergi, tau etika dikit bisa? Ninggalin cewek sendirian padahal lo yang ajak jalan. ga ngotak lo!" sedari tadi lelaki tersebut geram, akhirnya pukulan tak lagi bisa ia tahan. "Arvian. Lo ......." Keyvana terbata Ya, itu Arvian Kashafani Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kita merasa dispesialkan kemarin tetapi dibuat merasa tak diinginkan hari ini. -Keyvana Pramita (Sebelumnya, ingin mengucapkan, semoga suka sama cerita ini ya. Siap-siap terbawa suasana yang dikemas di dalamnya. Dan, ada beberapa kejadian yang emang itu terjadi di dunia nyata, hehe. Perihal alurnya, semoga kalian ga kecewa. Nikmatin ceritanya yaa! uhuuuyyy. Happy Reading!)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • SELA ta KEY [END]
  • LENGKARA
  • LITTLE GIRL
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • ALVIN (On Going)
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
  • My Love Is You [Lengkap ✓]
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • My Beloved Revenge [END]

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines