Pesawat Senja

Pesawat Senja

  • WpView
    Reads 1,117
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
"Aku telah jatuh hati bahkan sebelum wajah teduhmu mengusik pikiranku. Aku telah jatuh hati bahkan sebelum kamu menarikku ke dalam duniamu" Si pungguk berharap pesawat kertasnya mampu menerbangkan semua angan dan harapannya untuk menggapai bulan. Akankah peribahasa lama berubah menjadi "Ketika bulan merindukan pungguk?" Simak kisahnya di "Pesawat Senja" ☺
All Rights Reserved
#201
remajaislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita di Balik Senja
  • Jingga di Ufuk Barat
  • Memorable
  • Sebuah Rasa
  • Rasa Tanpa Kata
  • Short Stories
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • CATUR [END]
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Nadi Akhir Luka

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines