Teluk Luka (On Going)

Teluk Luka (On Going)

  • WpView
    Reads 8,818
  • WpVote
    Votes 924
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 20, 2024
Terjebak dengan dua pilihan antara hidup adiknya dan hidup sang kekasih. Karena kecelakaan tragis membuat kedua orang tersayangnya berada di ambang maut. Mau tidak mau, Reyn lebih memprioritaskan hidup adiknya, disisi lain hatinya belum ikhlas akan kepergian sang kekasih, serta rasa bersalah yang terus menghantui hidupnya Reyn. Hingga, suatu hari, wajah yang sama persis, senyum yang sama persis kembali mengingatkan Reyn akan kekasihnya yang sudah tiada. Lavender Cora, saudara kembar OctaViana, kepribadian Cora berbanding terbalik dengan Viana, kekasih Reyn. Cora, cewek itu seorang psikopat kejam, tidak memandang siapa lawannya, dari kecil Cora terobsesi menyiksa orang-orang yang suka mencari perhatian, bermuka dua, merasa dirinya hebat. Seperti Viana adik beda 2 menit dengannya. "Makasih Reyn, gue udah coba semua cara tapi gak berhasil bunuh Viana, baik banget sih lo, bantuin gue bunuh saudari tercinta gue," "WTF!!" Terjebak dengan dua pilihan, antara benci dan cinta. Reyn ingin membalaskan dendam Viana pada sudara kembarnya, tetapi Reyn juga sangat merindukan wajah itu.
All Rights Reserved
#9
wait
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become a Parent's [END]
  • REVANO UNTUK REVA
  • Legatha [END]
  • COMPLICATED
  • Leona[Hiatus]
  • Say My Name
  • Rumah Tanpa Atap
  • Abu Abu [ completed ]
  •   Dia nadine
  • Lena The Troublemaker

Silahkan Follow dulu sebelum membaca... [Cerita ini murni pikiran saya sendiri, don't copy my story! Maaf jika ada kesamaan nama tokoh, ataupun kata-kata dalam cerita] • • • Cuaca malam yang dingin, seorang remaja laki-laki tidak sengaja mendengar suara tangisan saat ingin pulang ke rumah nya sehabis berkumpul dengan teman temannya di markas mereka. Dia penasaran dan mulai berjalan mendekat ke arah suara itu berada. Setelah tiba, remaja lelaki itu tampak terkejut karena ternyata dia melihat ada seorang bayi laki-laki yang menangis sendirian ditengah malam yang mencekam ini. "Bayi?" batinnya bertanya-tanya. Dia bingung dengan pikirannya sendiri, ingin menghampiri tapi..... Karena tidak mungkin dia tiba-tiba membawa seorang bayi ke rumah nya, dengan tega akhirnya dia memilih untuk segera pergi dari sana sebelum ada yang menyangka aneh-aneh tentang dirinya dan bayi itu. Saat ingin melangkah pergi tiba tiba bayi yang berusia sekitar 1 tahun itu memanggil nya..... "PAPA!" ucap bayi itu. •

More details
WpActionLinkContent Guidelines