Teluk Luka (On Going)

Teluk Luka (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 8,834
  • WpVote
    Votos 924
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 20, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Terjebak dengan dua pilihan antara hidup adiknya dan hidup sang kekasih. Karena kecelakaan tragis membuat kedua orang tersayangnya berada di ambang maut. Mau tidak mau, Reyn lebih memprioritaskan hidup adiknya, disisi lain hatinya belum ikhlas akan kepergian sang kekasih, serta rasa bersalah yang terus menghantui hidupnya Reyn. Hingga, suatu hari, wajah yang sama persis, senyum yang sama persis kembali mengingatkan Reyn akan kekasihnya yang sudah tiada. Lavender Cora, saudara kembar OctaViana, kepribadian Cora berbanding terbalik dengan Viana, kekasih Reyn. Cora, cewek itu seorang psikopat kejam, tidak memandang siapa lawannya, dari kecil Cora terobsesi menyiksa orang-orang yang suka mencari perhatian, bermuka dua, merasa dirinya hebat. Seperti Viana adik beda 2 menit dengannya. "Makasih Reyn, gue udah coba semua cara tapi gak berhasil bunuh Viana, baik banget sih lo, bantuin gue bunuh saudari tercinta gue," "WTF!!" Terjebak dengan dua pilihan, antara benci dan cinta. Reyn ingin membalaskan dendam Viana pada sudara kembarnya, tetapi Reyn juga sangat merindukan wajah itu.
Todos los derechos reservados
#164
kembar
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Legatha [END]
  • ALEYA~~
  • COMPLICATED
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • GARIS SUNYI YANG BERTAUT
  • Say My Name
  •   Dia nadine
  • MY SWEET BOY [SUDAH TERBIT}
  • Become a Parent's [END]
  • Edgar : Between Chaos and You

[FOLLOW SEBELUM BACA] ............ "Hujan, mending lo pulang." "Kamu siapa?" tanya Agatha yang memang tidak mengenali lelaki itu. Lelaki itu melihat tangan Agatha yang berdarah dan sudah pasti karena sayatan benda tajam. "Mau mati lo? Kenapa nggak sekalian aja loncat dari gedung yang tinggi?" "Siapa yang mau mati? Gatha masih pengen hidup kok," jawab Agatha yang masih duduk di pinggir jalan. "Abis diputusin cowok? Cih dasar cewek nggak ada otak!" "Siapa juga yang diputusin? Dasar cowok sok tahu!" balas Agatha lalu berdiri. "Terus? Itu apa?" tanyanya sambil menarik tangan Agatha, lalu lelaki itu pun membaca ukiran yang ada di lengan gadis itu. "Bajingan." Agatha pun langsung menarik tangannya kembali. "I-ini bukan apa-apa, nggak ada sangkut pautnya sama diputusin." jawab Agatha cepat. Selang beberapa detik angin malam menerpa tubuhnya yang mungil, hingga membuat gadis itu kedinginan dan langsung memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya. "Ikut gue." Kira-kira Agatha mau dibawa ke mana yaa?? Dan siapa lelaki itu?? Mau tahu?? Ayo lanjut baca!! ⚠️ Cerita ini mengandung unsur kekerasan dan kata-kata kasar. ⚠️ Tiru yang baiknya aja, yang buruk jangan ditiru yes.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido