We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hujan yang Mengikis Kenangan

Hujan yang Mengikis Kenangan

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sebelum membaca, jangan lupa di follow dulu. Hujan dapat membuat siapa saja merasa tenang olehnya, akupun begitu. Sungguh!! Aku suka hujan begitu pun dengan dia, dia yang juga sangat menyukai hujan, aku tak tau apa alasan pasti dia, kenapa dia begitu menyukai hujan! Dia yang begitu sangat aku sayangi, aku cintai, tapi karena dia juga aku bisa tau bagaimana rasa merindu setengah mati padanya yang kini tak lagi disisi. Kami yang dulu sama-sama menyukai hujan,sekarang hanya tinggal cerita indah yang perlahan mulai pudar. Kukira dia hanya sebatas mengagumi hujan,namun aku salah, dia teramat mencintai hujan. Dan sekarang aku tau kenapa dia begitu menyukai hujan, ya,,,karena orang yang sangat dia cintai,ya tentu saja bukan aku melainkan orang lain. Dan semenjak aku mengetahui kenyataan pahit itu, saat itu juga aku mulai membenci hujan. Cerita ini aku update 2 kali satu minggu ya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • I LOVE RAIN🌧
  • Lovakarta
  • Gadis Hujan
  • Raina [Completed]
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • The Rain
  • Pelangi Setelah Hujan

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines