I'm Not CRazy

I'm Not CRazy

  • WpView
    Reads 888
  • WpVote
    Votes 314
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2020
Beban yang ku pikul sangat sangat berat lebih berat dari pada apapun yang ada di bumi. Jeritan tangisan bahkan tawa pun aku sudah selalu di anggap gila dengan semua orang. "Mending bawa dia aja ke Rumah Sakit Jiwa dia bener bener kaya orang gila." Kata Ibunya "Aku ga gila, Please percaya sama aku kalo aku ga gilaa." Kekasihnya nampak tidak percaya dengan cara dia menjadi seperti ini Apakah seseorang ini akan bebas dengan bebannya? atau tidak? Yuuu yang kepo bisa langsung baca aja, jangan lupa vote yaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • GADIS LANGIT
  • BE MINE!! [Forth Coming]
  • Because I'm Stupid (End)
  • VIONA [END]✅
  • Without You
  • Strong Girl Michella (END)
  • BarraKilla
  • VAGALDARA [TERBIT]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines