If You Mean It

If You Mean It

  • WpView
    Reads 252
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 13, 2020
WARNING!!! PERHATIAN!! kisah ini hanya kisah fiksi atau hayalan author jadi jika ada persamaan nama atau tempat, itu adalah hal yg tidak disengaja, karena author bingung mau kasih nama siapa dan apa oke selamat membaca, dan jangan lupa untuk vote okeeeeeee berikan suara anda... "Dasar Bodoh, Anak tidak tau diuntung,kau pikir gampang mengurusi anak sepertimu HAH?!" Begitulah Dunia. Orang orang didalamnya, hanya menilai orang dari luarnya saja. Bahkan hujanpu nseperti mentertawakannya. Terkadang manusia harus menanggung apa yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Tertunduk pasrah hanya bisa menatap kosong jalanan, berpikir apa yang akan ia lakukan setelah ini? Tangannya mengepal, ia tak ingin ada diposisi terpuruk ini lagi, seketika matanya menatap tajam jalanan, berjalan dengan cepat ia harus kembali, untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang. "Aku tidak akan berhenti disini." Tegas batinnya.
All Rights Reserved
#367
fiksiilmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • KENANGAN INDAH BERSAMAMU
  • Trust
  • THE CLIMB [Completed]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Dunia Aray
  • hay mantan !!

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines