Dark On My Hand

Dark On My Hand

  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Vote 16
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 8, 2020
Look at you in Mirror. Bagi setiap Jiwa yang Rapuh, Kau tahu cahaya itu tapi, kenapa kau tenggalam dalam kegelapan yang tak berkesudahan. Bukankah kau percaya Tuhan menyayangimu. Lalu apa yang membuatmu menggengam api ditanganmu. Aku hidup hanya demi menjadi apa yang orang lain inginkan. Hidup dalam kebaikan membuatku membenci kehidupan. Aku kehilangan diriku, kehilangan jiwaku..Lingkungan yang menjadikan "Dia" Heart made of Glass and My Mind of Stone. Hati Bukan lagi diriku. Logika menaklukanku. Nilai tak jadi tolak ukur ku,Egoisme miliku All of About Who you are!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#6
silceoflife
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • C
  • UNREQUITED LOVE
  • If I Die, Will You Listen?
  • Pendar [selesai]
  • Detak Terakhir
  • Wrong Dream
  • Live or Die [END]
  • Thanks for all
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Memories in Moon
C

"Drama banget hidup gue. Bahkan sinetron azab pun tidak semenyedihkan ini, sial." Gadis itu menunduk, melihat ke bawah dengan tatapan kalut. Kemudian ia menatap ke atas langit, hujan, tak ada bintang. Hanya ada langit gelap yang sesekali menjadi begitu terang karena kilatan petir. "Mak, kenapa nggak ajak Clara sekalian, sih?" lirih gadis itu membiarkan air hujan menerpa wajahnya yang penuh luka lebam. Bahkan tetesan air di tangannya berubah menjadi kemerahan, bercampur dengan darah. Ia tak menangis, lebih tepatnya sudah lama ia tidak bisa menangis. Sebelum memutuskan keluar di tengah hujan lebat, ia menikmati kesendirian yang menyakitkan di emperan ruko tak jauh dari jembatan ini. Sendiri yang begitu sakit karena dadanya yang sesak dan tangannya yang tak berhenti mengeluarkan darah yang bersumber dari sayatan yang ia buat sendiri. Ia kembali menundukkan kepala. Memejamkan mata erat, membiarkan rasa sakit fisik dan mentalnya bersatu dengan gumuruh suara petir. Mungkin, ini terkahir kalinya ia menikmati rasa sakit itu. Karena ia memilih untuk, menyerah. "Lo gila?!" Gadis itu membuka kembali matanya, tangannya semakin terasa perih karena terbentur aspal jembatan. Tak lain karena dorongan pemuda yang saat ini menatap tajam ke arahnya. Ia mengerjap bingung. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. "Lo mau bunuh diri, hah!?" Sentakan pemuda itu membuat dia sadar, ia gagal. Gagal untuk mengakhiri penderitaannya malam ini. Menyadari hal itu membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata. Entah ia harus bersyukur atau justru menyalahkan pemuda yang saat ini berjongkok di hadapannya. Pemuda yang membuat percobaan bunuh dirinya malam ini gagal total. Jadi ia masih harus melanjutkan hidupnya yang menyedihkan ini?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan