BEAUTIFUL DANDELION

BEAUTIFUL DANDELION

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 14, 2020
Ingin rasanya menjadi dandelion yang terbang bebas di udara. Mengikuti tiupan angin, dan tumbuh dimana dia turun. Apakah aku bisa? Aku hanya seorang gadis biasa yang memiliki impian yang tinggi. "Aku bukan peramal yang mengetahui masa depan!!" "Bunga yang terlihat kokoh, namun didalam dirinya rapuh" inilah ceritaku!
All Rights Reserved
#81
dandelion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • FRIENDzone (Completed)
  • Paradise
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • DENNIES
  • Our Tragedy
  • Dandelion's [COMPLETED]
  • Angsana Berbunga Untuk NATUSHA
  • Will You Be My Love Rain?
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines