Dua Pelangi Satu Jiwa

Dua Pelangi Satu Jiwa

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
Aku masih ingat waktu itu Sebuah pertemuan melalui pertikaian, klasik memang. Aku masih ingat ketika kamu berselisih paham dengan dia, sedangkan aku mendungkungmu. Dia tertawa melihat kau bingung, sedangkan aku merasa bersalah. Ketika aku dan dia memintamu untuk pergi atau memilih... namun pada akhirnya kamu keliru. Saat kami mendengar alasanmu... "Dia pelangi yang membuat aku percaya diri dan berani. Bahkan mampu membuatku melawan takdir yang pasti Sedangkan kamu... Kamu pelangi yang memberi kenyamanan yang pasti, menghiasiku tanpa letih. Kalian adalah 2 pelangi satu jiwa Karena kalian sejiwa yang membuat aku merasa bahagia" - Elang Pranata "Kamu masih tersesat rupanya" *** "Seperti pantai yang terkikis. Seperti curam tebing yang tiada habis, Kau masih setia menambahkan takaran untuk menciptakan rasa. Jelas banyak pulau yang perlu kau tau, tapi tetap saja kau masih mendambakan 'rasa itu' Bahkan ketika samudra berselisih dengan benua, kau masih mencoba menyatukan semesta yang berbeda"
All Rights Reserved
#600
perpisahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • ALEXON [END]
  • Only You [Slow Update]
  • SI TAMPAN AERO
  • Bad Girl & Nerd Girl [END]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • Bad-Boy (Complete)

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines