Behind The Rules

Behind The Rules

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
18+ "Al.." Alexander memanggil wanita yang melangkah di depannya. Wanita itu berhenti. Jantungnya berpacu dengan cepat. Ia merasa familiar dengan suara berat tersebut. Tidak mungkin. "Lyona" Alyona memejamkan mata. Berharap ini hanya perasaannya saja. Mungkin hanya sekadar kebetulan. Alyona hendak melangkah kembali, namun suara itu berhasil mengurungkan niatnya. Kemudian ia merasakan bahunya yang terbuka disentuh. Sesegera mungkin Alyona memutar tubuh. Melihat si pemilik suara. Jantungnya yang dua menit lalu sudah normal kini semakin berpacu lebih cepat dengan deru napas yang tidak beraturan. Alexander menatap wanita yang berhasil ia panggil. Sayangnya Lyona kini masih bungkam. Terlihat dari sorot matanya memancarkan kebencian yang mendalam. "How are you?" Alexander memecah keheningan. Menelan ludah kasar. Lyona masih diam. Kemudian menjawab. "Bukan urusanmu" sesegera mengalihkan pandangannya ke samping . Menghindari manik mata Alexander yang masih menatapnya lekat. "A..-" Lyona menyahut " Aku harus pergi. Ada hal yang lebih penting dari sekadar obrolan tidak penting ini!" "Al.." Alexander mencekal tangan Lyona ketika ia hendak pergi. Dan dengan gerakan cepat wanita itu menyentaknya kasar. "Kau berubah"gumam Alexander Lyona tersenyum kecut. "KARNA DULU KAU PERGI!" Dadanya mulai naik turun. "Kau yang menyuruh ku pergi" "DAN KAU TIDAK PUNYA KEINGINAN BERTAHAN....di.....sisiku" Lyona memelankan kata lahir dari ucapannya. Ia mengepalkan kedua tangannya kuat di samping dress. Menancapkan kukunya sampai buku jarinya memutih. Menahan semua emosi yang semakin membuncah. Alexander tidak menjawab hingga akhirnya wanita itu memutar tubuh dan melenggang pergi. Alexander hanya bisa menatap punggung wanita bergaun merah itu hilang di balik kerumunan pesta. Sialan!!
All Rights Reserved
#367
billionaire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • Lost Time (Completed )
  • The Billionaire Prison
  • Binar Cinta CEO Brondong
  • Cold Devil [#TDS2]
  • The Billionaire's Revenge
  • Touch My Heart
  • Veero [ON GOING]

18+ ONLY Sequel of "THE DAMN DEMIGOD" This is an Action - Romance story with Mature content Be WISE reader - bijaklah dalam memilih bacaan ======================================= "Kamu tidak boleh pergi." Itu hal konyol! Aku masih terdiam menatap wajahnya yang sialnya selalu terlihat tampan dalam keadaan apa pun. See, bahkan sekarang tidak ada apa pun yang menutup tubuh atasnya tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun. Oh, no, mungkin itu masalahnya yang membuatku berkali-kali hilang fokus hanya karena melihat dada bidang dengan kulit liatnya. Six-pack? Sudah pasti! Tidak hanya itu, lebih ke bawah lagi, ya, V shape di bagian pangkal perut. Begitu menggoda terlihat seperti sexy super model di luar sana. Senyum tipis terlihat jelas sekarang yang membuatnya semakin terlihat tampan. D*mn! "I should go." "You still owe me." Seperti tidak peduli, aku meninggalkanya dan detik selanjutnya dia menarikku begitu saja hingga dadaku begitu rapat dengan dadanya juga tangan besarnya sudah melingkar sempurna di pinggangku. "What?" ucapku pelan. "The deal, remember?" Oh, no. Aku berusaha melupakan hal itu, namun sepertinya tidak baginya. "What?" "Sesuatu yang kamu janjikan." "What?" ucapku lagi dengan suara yang semakin pelan. Takut dia akan meminta hal itu. "Your virginity," bisiknya tepat di telingaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines