Fratello Maggiore

Fratello Maggiore

  • WpView
    Letture 167
  • WpVote
    Voti 15
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, mag 9, 2020
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
"Gue cuma pengen ketemu sama orang yang bisa menghargai gue apa adanya dan bisa bimbing gue menjadi orang yang lebih baik lagi" -Vio- "Gue bisa jadi sosok yang lo impikan selama ini karena sosok yang gue impikan ada di diri lo" -Nando- "Gue? Orang bodoh yang ngga ngerti gimana caranya ngomong terus terang tentang perasaan gue saat ini" -Edgar-
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • World Of Magic [1]
  • cewe tengil kesayangan ketos
  • Without You
  • Bumi ; The Hurt
  • All We Want [✓]
  • Between Grief
  • ELBITHARA
  • cursed zone
  • 365 Lembar [END]

"Apa salah gue?" Ev "Gak ada yang bisa di persalahkan" Aji "Mungkin takdir yang salah" Juna "Takdir tak pernah salah" Aji "Apa gue yang salah memilih takdir?" Ev "Tak ada yang bisa menentukan takdirnya sendiri" Aji "Bukan dirinya sendiri, tapi orang lain" Juna "Tidak diri sendiri ataupun orang lain" Aji "Jika memang begitu, lalu kenapa dia bisa mengubah takdir gue?" Juna "Itu yang terbaik untuk kita, takdir selalu menentukan yang terbaik dari yang terbaik" Aji "Tak semua takdir menentukan yang terbaik" Ev "Berfikirlah positif tentang takdir" Aji "Apa mencelakai orang, bahkan membunuh orang itu takdir yang terbaik?" Ev "Apa takdir gue yang semula manusia sekarang menjadi bagian dari siluman kelelawar terkutuk itu yang terbaik?" Juna "Gue di buang, gue di jauhkan dari keluarga kandung gue dan di asuh keluarga yang lain, kemudian gue membunuh mereka dengan kekuatan gue yang pada saat itu gue gak tau apa apa, itu yang namanya takdir selalu menentukan yang terbaik?" Ev "Mereka tak pernah membuangmu, mereka punya alasan untuk menjauhkanmu demi untuk keselamatanmu, mereka gak mau nyawa lo dalam bahaya" Aji "Apa sekarang nyawa gue aman? Apa sekarang gue gak akan membahayakan nyawa orang lain lagi?" Ev Aji dan Juna terdiam. "Nggak, semua ini sia sia, nyawa gue tetap dalam bahaya dan gue tetap membahayakan nyawa orang lain. Ini akan tetap berlanjut kecuali gue yang nentuin takdir gue sendiri, mulai sekarang gue akan nentuin takdir gue sendiri" Ev

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti