Langit & Senja [ Slow Update ]

Langit & Senja [ Slow Update ]

  • WpView
    LETTURE 140
  • WpVote
    Voti 53
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, apr 12, 2020
____ "Gue suka sore dan benci malam hari" ucap Langit "Kenapa?" tanya Senja "Karna saat sore hari, Senja dan Langit sedang bersatu. Tapi, saat berganti ke malam, Senja pergi gitu aja dan ninggalin Langit sendirian" "Saat malam Langit gak akan sendirian, ada bulan, dan ada bintang juga. Jadi Langit gak akan kesepian " "Tapi detik yg paling sempurna itu saat adanya Senja di sore petang" ujar Langit "Karna Senja berharga buat Langit, Langit takut kehilangan Senja. Sama halnya gue takut kehilangan lo" lanjut Langit. ____ Sorry kalo author jarang up, karna author bakal sibuk nulis story GABRIELLA. Thanks atas pengertiannya, author bakal usahain buat selalu up. Jangan lupa vote dan kasih kritik saran kalian ya. Budidayakan Follow sebelum membaca. Jangan jadi seorang plagiat, karna aku tau kalian bisa lebih kreatif lagi dari aku;) Since: 07/04/20 By: G i t h a u l L l t r r k y z
Tutti i diritti riservati
#247
ego
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Langit.
  • LANGIT SENJA
  • Catatan Tentang Hujan
  • Langit Menanti Senja[Completed]
  • Langit Senja (End)
  • Langit Untuk Lana
  • LANGIT (On Going)
  • GALANG [SELESAI]
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • Langit Senja [end]
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti