Riania
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 13, 2020
Dulu, aku selalu berusaha kuat dan tegar menghadapi tekanan batin. Walaupun sebenarnya tak bisa. Awalnya susah, hingga aku harus berpura-pura tersenyum lalu menangis ketika tidak ada orang lagi di dekatku. Namun sekarang aku sudah terbiasa. Hingga aku lupa, apakah aku masih berpura-pura? Atau aku yang sudah benar-benar kuat menghadapi ujian ini? -Nia
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Halaman Hidupku
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Tentang Kita
  • Terjebak Nostalgia
  • Konflik Batin
  • You And I
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • My favorite person
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'

patah mana yang tak kupulihkan sendiri, sakit mana yang belum pernah ku rasakan. Saat dunia menuntutku tegar tanpa memperdulikan bagaimana aku bertahan. Setiap luka selalu ku peluk dalam diam, sembari belajar mencintai diriku yang perlahan hancur. Mereka selalu melihat senyumku, tapi tak pernah tau pertempuran yang ku rahasiakan di balik hati dan pikiranku. Aku berjalan dengan hati yang lelah, namun tetap berdiri meski runtuh dalam sunyi. Aku menangis tanpa suara, meratap dalam jiwa yang hampir mati rasa. Bahkan nafas pun terasa sesak, seolah dunia tak memberiku kesempatan untuk sekedar tenang. Sebab kalau bukan diriku, siapa lagi yang memeluk hatiku sendiri, saat semua memilih pergi ketika aku paling membutuhkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines