Мы обновили наши Правила размещения контента.
Ознакомьтесь с последними правилами, чтобы продолжать безопасно делиться историями.
Aku Kamu Dan Sahabat Kecilmu

Aku Kamu Dan Sahabat Kecilmu

  • WpView
    Прочтений 396
  • WpVote
    Голосов 53
  • WpPart
    Частей 7
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published птн, июн. 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
" Bar, Barr" Teriak seorang gadis dari kolidor kelas 11 Bara menoleh dan melihat kekasihnya sedang berlari kearahnya dengan wajah yang sumringah. Bara menggelengkan kepala, aneh dengan sikap kekasih nya yang seperti bocil. "Apa sayang, jangan lari lari nanti jatoh" seraya mencubit pipi gembul nazwa Awa terkekeh seraya menampilkan gigi kelincinya" Hehe gue khilaf maaf, jadi ke gramed kan sekarang? Bara terdiam sebentar, ia tidak enak kepada Awa yang selalu mengalah demi Fira, tapi menurutnya Fira jauh lebih penting, bagaimana jika Fira kenapa napa. " Sorry wa gue ga bisa, gue mau nganter fira ke rumah temennya" "Again?, kapan gue jadi prioritas lo bar " batin awa Karena tidak ada respon dari Awa, bara menepuk pelan pundak Awa "Wa, lo gak papa kan sendiri ke gramednya?" Awa tersenyum kecut " oh iya gak papa udah biasa, lagian Fira lebih penting dari pada gue" Bara tersentak dengan perkataan Awa, tapi bara menghiraukannya, masaa gara gara ia mengantar sahabat kecilnya ia marah "Yaudah lo hati hati ya, gue duluan kasian si Fira udah nungguin di parkiran" Seraya mengacak rambut Awa dan mencubit pangkal hidung Awa Awa menatap punggung Baraa ... ******* Menurut kaliaan Awa bakalan bertahan atau mundur alon alon??? Apapun yang terjadi tetep stay with me oke #selamat membaca cayang cayang ku muachhh
Все права сохранены
#74
nazwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • I AM YOU [NEW VERSION]
  • KIARA [END]
  • Don't Talk About Money
  • ALRIN
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • 36 days with you {saida} [End]
  • RION IS MY MANTAN!
  • ALONE
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту