My story life

My story life

  • WpView
    LECTURAS 209
  • WpVote
    Votos 135
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 1, 2020
🌻[BREAK]🌻 -Syabi= Seorang murid kelas 7'6,pintar,baik,mudah bergaul,sukanya ngehalu,anak K-popers,murid kelas 7'6. -Illa= Seorang sahabat sejati nya Syabi yang pintar,baik,nyebelin tapi sayang,rajin,rengking satu di kelas,sekelas dengan Syabi. -Zizah= Seorang sahabat sejati nya Syabi dari TK tapi mereka harus dipisahkan dengan jarak karena Zizah harus sekolah di pondok,anaknya pintar,baik,kocak tapi solid,anak K-popers. -Dea= Seorang teman dekat Syabi dari SD tapi mereka harus berpisah cukup jauh karena perbedaan tempat tinggal dan sekolah,mereka dulu sangat solid,banyak orang menyebut kalau Syabi dan Dea itu anak kembar sebenarnya bukan,mereka hanya teman akrab saja,rajin,anak K- popers dan suka ngehalu. -Ian= Adik nya Syabi berumur 11 tahun,pintar,ngeselin tapi sayang,baik kalau ada maunya,pintar gambar,dan suka bermain game.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • You Are My Best Friend
  • Giant Baby [COMPLETED]
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • Kelas A [End]
  • 𝕭𝖚𝖐 𝕭𝖔𝖘 𝕲𝖗𝖆𝖓𝖙𝖍𝖆 [ ON GOING ]
  • R?!
  • Satu Langkah
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • GHAVARI

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido