Story cover for LOVE, MAMA by DheeThan
LOVE, MAMA
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 07, 2020
Apa aku sudah melupakan kesedihanku? Tentu 
tidak. Rasa sedih itu masih selalu ada, namun aku tau,mama tidak meninggalkanku begitu saja. 
Tubuhnya memang sudah tidak bisa kupeluk lagi,namun mama meninggalkan beribu - ribu
kenangan indah dihidupku. Ajarannya tentang bagaimana menjadi orang yang baik, prinsip hidupnya,tawanya,marahnya,semua masih terukir dengan sangat jelas dipikiranku. Aku tidak akan melupakan bagaimana rasa nyaman saat aku berada didekatnya. Rasa 
nyaman yang kadang membuatku sedih karna aku tidak akan bisa menemukannya dimanapun dan pada siapapun. Namun tidak masalah. Rasa sedih itu tidak lagi membuatku begitu marah,begitu bodoh hingga aku ingin membuatnya hilang dalam pikiranku
dengan melupakan segalanya tentang mama.

Ini kisah tentang Dara. Gadis cantik dan manja. Yang hampir seumur hidupnya ia habiskan dengan seseorang yang ia panggil mama. Hingga suatu saat, mama mengirimnya untuk tinggal bersama papa. Papa yang selama ini sudah meninggalkannya, yang tidak pernah hadir untuk mewarnai masa kecilnya.

Dan juga, Dara harus menerima kenyataan kalau ternyata mama yang setiap hari bersamanya,yang selalu tersenyum bahagia,yang tidak pernah mengeluh ternyata mengidap penyakit yang cukup parah dan meninggalkan Dara bersama papanya. Papa yang sangat ia benci. 

Persahabatan, percintaan dan keluarga..akan membaur menjadi aatu di novel ini..

Jangan lupa tinggalkan jejak ya..😉
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add LOVE, MAMA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
JANGAN PANGGIL AKU LARAS by Eprimanroe
4 parts Complete
Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...
Truth After Love (Tamat, segera terbit) by tiaxyl
36 parts Ongoing Mature
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
You may also like
Slide 1 of 7
Hai, Kak! (END) cover
JANGAN PANGGIL AKU LARAS cover
New Possessive Family  cover
DIARY DEPRESIKU cover
Sehari Untuk Selamanya cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover

Hai, Kak! (END)

35 parts Complete

"Sudahlah jangan terlalu banyak menuntut, kau matipun saya tidak peduli!" • Lahir didunia bukanlah permintaanku, namun mengapa perlakuan dan perkataan buruk selalu menghampiriku? Dimana letak kebahagiaan? Katanya hidup memiliki keluarga yang utuh adalah impian setiap anak. Baru sempet bikin cerita lagi, dan kayanya cerita ini agak pendek, buat ngisi waktu luang aja. Semoga kalian suka ya sama cerita ini. Thankyou!!