Story From Puspa

Story From Puspa

  • WpView
    Reads 786
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 26, 2020
[SEBAGIAN CERITA AKAN DIPRIVAT JADI FOLLOW AKUN SAYA DULU UNTUK BISA MEMBACA CERITANYA] "Akan ada masanya dimana lo mengerti perasaanku pus..." Dione yang memperhatikan Puspa dengan damai, Puspa dengan wajahnya yang sangat pucat, dan rambutnya yang ditutupi oleh kupluk warna dusty kesayangannya, Puspa tak menganggap ucapan Dione ia hanya terus menatap senja yang mulai menghilang dan membuat bumi gelap. "Gue gak akan bisa menerima perasaan lo Yon" ucapnya tegas menatap Dione. "Apa?! Apa alasan Lo?". "Gue gak punya alasan". "Gak mungkin, gak mungkin ada alasan! Apa karna Ajun ngelarang Lo?!". "Stop! Stop salahin Ajun, Ajun gak salah! Gue yang gak mau aja sama Lo". "Kenapa? Bukanya selama ini kita saling punya rasa kenapa?!". "Karna gue sakit! Gue penyakitan, gue takut ninggalin Lo" Puspa menangis, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
All Rights Reserved
#718
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Paradise
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Aerilyn
  • Pacarku Misterius [HIATUS]
  • WAITING YOU  [ Hiatus ]
  • AYKA
  • LEARA
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines