Story From Puspa

Story From Puspa

  • WpView
    LETTURE 785
  • WpVote
    Voti 60
  • WpPart
    Parti 9
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, giu 26, 2020
[SEBAGIAN CERITA AKAN DIPRIVAT JADI FOLLOW AKUN SAYA DULU UNTUK BISA MEMBACA CERITANYA] "Akan ada masanya dimana lo mengerti perasaanku pus..." Dione yang memperhatikan Puspa dengan damai, Puspa dengan wajahnya yang sangat pucat, dan rambutnya yang ditutupi oleh kupluk warna dusty kesayangannya, Puspa tak menganggap ucapan Dione ia hanya terus menatap senja yang mulai menghilang dan membuat bumi gelap. "Gue gak akan bisa menerima perasaan lo Yon" ucapnya tegas menatap Dione. "Apa?! Apa alasan Lo?". "Gue gak punya alasan". "Gak mungkin, gak mungkin ada alasan! Apa karna Ajun ngelarang Lo?!". "Stop! Stop salahin Ajun, Ajun gak salah! Gue yang gak mau aja sama Lo". "Kenapa? Bukanya selama ini kita saling punya rasa kenapa?!". "Karna gue sakit! Gue penyakitan, gue takut ninggalin Lo" Puspa menangis, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Tutti i diritti riservati
#517
wattys
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • LEARA
  • Aerilyn
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Arka it's Mine! [Pindah ke Dreame]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • ICE BOY (SUDAH TERBIT)
  • AYKA
  • No Longer Mate
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
LEARA

"Gue udah pernah bilang kan, jangan mainin bibir lo atau gue bener bener khilaf kali ini," bisik Lea tepat di telinga Rara. Dan boom wajah Rara seketika memanas merah padam, sialan Lea benar benar membuatnya gila. Setelah perasaan kecewa juga kesal yang di berikan sekarang perasaan senang yang ditorehkan. Setelahnya Lea manarik wajahnya dan "Jaketnya buat lo aja, siapa tau lo kangen sama gue lo bisa pake jaket gue." Melihat pipi merona gadis di depannya membuat Lea terkekeh. "Oh ya satu lagi, jangan pernah blushing di depan cowok lain. Karena gue ngga yakin iman mereka bisa sekuat gue buat ngga nyium pipi lo," Lea memang sialan setelah mengucapkan itu dia mengacak rambut Rara dan pergi ke lapangan indoor untuk melanjutkan bermain basket bersama temannya. "DASAR FAKBOI!" "HAHAHAHAHAHA OF COURSE I AM BABE!" Lea yang masih berjalan belum jauh dari Rara tergelak saat mendengar teriakan Rara untuknya. #1 Mine (2-04-20) DILARANG MEMPLAGIAT CERITA INI!! Semua orang punya karya jadi tolong hargai:)

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti