CandS🍭

CandS🍭

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 7, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hadirmu memberi kehidupan baru Dengan udara sejuk kau mengenalkan arti cinta Kasih lembutmu menyapa awal hariku Terasa hangat layaknya mentari Seperti gulali kau menjadi pemanis hidupku Bukan sepertinya,yang hanya menjadi awan hitam Sayapmu merangkul dan membawaku terbang Dengan segenap jiwa tanpa harus menghilang "aku akan selalu bersamamu. Ingatlah,,ini bukan hanya sekedar harapan semata.tapi janji yang akan aku buktikan suatu hari nanti". Ujar fanno dengan mengusap lembut pipi rissa. Suatu kisah yang akan mengubah pandangan tentang persepsi cinta yang sesungguhnya. Bukan hanya sekedar ucap lisan tanpa pembuktian Yukkkk gaesss langsung aja baca ceritanya yaaa.... Author udah siapin part 1 yang bakal bikin kalian penasaran niii buat baca part berikutnyaaa Jangan lupa (+) dan vote nya ya😍
All Rights Reserved
#33
karya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Air Mata Cinta
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Cause What If I Never Love Again ?
  • MY LOVE STORY
  • Miss You Love
  • Marriage Contract(LingOrm) E-book
  • AIRIS
  • Aku, Kamu dan Hujan

DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines