Hope
  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seharusnya hubungan ini tidak boleh dicampuri dengan rasa cinta, harusnya aku tau diri sebagai Ordinary People aku juga tidak boleh mengharapkan adanya cinta darimu untuk ku. Harusnya aku bisa mengendalikan perasaan ku dari awal. Namun segala perhatian mu pada ku ternyata membuatku semakin susah memendam rasa ini. Aku tau bahkan aku sadar harus menjauh dari mu. Namun saat kita terpisah jarak ribuan kilometer, kenapa hatiku semakin sakit? Sebuah perjalanan cinta yang rumit , yang bertumbuh banyak harapan dan berbuah rasa sakit dan penyesalan. Harapan ku hancur , belum ada satupun yang dapat membantuku untuk menyusunnya lagi .sehingga Tuhan menyapaku dengan sapaan bekas luka itu . Jangan salah menaruh harapan ...Mari kita berharap pada Tempatnya... Holla .... Dibuang sayang ...yu kita kenang tipis tipis lewat tulisan hehe bukan lewat harapan ") Bagaimana kisah cinta Lea ? Lets join and happy reading...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • BAYANGAN HARAPAN [END]
  • Yang Tertinggal
  • dear happiness
  • You Are Different In My Eyes
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • If Only.. (Seandainya..) I LingOrm
  • Antara Aksara dan Kata

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines