Brittle

Brittle

  • WpView
    MGA BUMASA 449
  • WpVote
    Mga Boto 25
  • WpPart
    Mga Parte 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, May 27, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Cemburu? Bahkan kita gak punya ikatan bukan?" °°° Menyebalkan berada diantara orang orang yang memang sulit diartikan perhatiaannya. Itulah yang Sheli rasakan sekarang. Tidak bisa menebak siapa yang tulus sebenarnya dan yang hanya sekedar singgah tanpa masuk lebih dalam. Sheli rapuh saat dihadapi dengan kenyataan pahit. Tidak terima akan semua ketidak adilan yang selalu menimpanya. Bisakah dia hidup dalam situasi rumit seperti ini? °°° "Lain kali kalo cuma mau mampir sebentar bilang, biar gue suguhin kopi bukan hati!" ______ Kalian dijamin terhibur. Perasaan kalian bakal dicampur aduk deh di cerita ini. mulai dari sedih, kecewa, marah, bahkan ketawa. Penasaran? Baca dong! Diem diem bae😆 Semoga kalian suka dengan cerita saya. Salam erna manis😇
All Rights Reserved
#30
dirumahaja
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Rainbow In The Rain
  • KAVIAR [TERBIT]
  • Here I'm Waiting For [You]~(END)
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • ASTER [SELESAI)
  •    My Love Is a Indigo
  • My Boyfriend Is Playboy
  • Felicity [On Going]
  • Bukan Dilan 1990 (COMPLETED)
  • Different Page [Complete]

"Kamu sengaja kan mau di tabrak sama cowok tampan sepertiku? Terus kamu pura-pura kesakitan dan minta diobatin?" Kevin malah menuduh yang enggak-enggak. "Ciih~Enak aja. Aku gak serendah itu ya, lagian kamu kegeeran banget sih. Aku tadi cuma mau minta tolong aja kok." ia mengotot keras dan mengangkat kedua bahunya. "Terserah!" Kevin memakai kembali helmnya dan menyalakan mesin motornya kembali. "Eh, bantuin dulu kenapa. Jahat banget itu orang, awas aja kalo butuh bantuan!" Jenie ngomel sendirian sambil menendang sepedanya. "Dia kan pinter ya, mana mungkin minta bantuan sama aku. Yang ada juga malahan aku yang minta bantuan dia, tapi itu gak bakalan terjadi. Gak level banget Jenie minta bantuan dia." Jenie memukul kepalanya karena dia bertingkah bodoh dan konyol Hari ini hujan turun lagi, Jenie membawa kursi rodanya berjalan kedepan jendela kamarnya yang tepat memandangi seisi kota. Hujannya lebat, suara gemuruh dan petir mengagetkan gadis itu. Dia mencoba membuka matanya dan tak menutup kedua telinganya, matanya tertuju pada sebuah pemandangan indah diluar sana. Tepat di atas langit pelangi muncul bersama dengan hujan, ini adalah kedua kalinya dia melihat keajaiban itu lagi. Tapi sekarang rasanya beda, dia melihat keindahan itu tanpa Kevin disampingnya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman