Surat Cinta Ning Zuraida

Surat Cinta Ning Zuraida

  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2020
Seorang santri tampan rupawan menjadi petugas sampah yang baru. Gerobak sampah berwarna biru yang biasanya ditarik Kang Badri yang berwajah khas karena berjerawat besar-besar kini beralih tangan. Para santri putri penghuni Pesantren Darussalam heboh. Ning Zuraida tak mau ikutan tingkah konyol teman-temannya menggoda Kang Santri yang belakangan diketahui sebagai seorang Gus bernama Falih. Hingga suatu hari mereka berpapasan saat Ning Zuraida keluar dari kamar mandi dan Gus Falih sedang mengangkat tong sampah plastik dan menuangkan dalam gerobak sampah yang dibawanya. Tatapan mata sepasang remaja yang saling terpana menjadi awal sebuah kisah kasih malu-malu karena menaati peraturan dan standar kesopanan di Pesantren. Akankah mereka menjalin kisah terlarang dengan sembunyi ataukah ada jalan buat mereka menjadi sepasang kekasih yang halal?
All Rights Reserved
#702
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐃𝐢𝐚 𝐆𝐮𝐬𝐤𝐮!
  • Antara Berjuang Dan Melepaskan
  • ALIF (TERBIT)
  • Untuk Devara
  • Dia dan Doa
  • Gus Juga Manusia (Terbit)
  • Kamu Takdirku (Sudah Terbit)
  • Gus FARREL [TAHAP REVISI]
  • Istri Nakal Gus Afan
  • Guruku Mas Santriku

UDAH SHOLAT? UDAH BACA QUR'AN? KALO BELUM, SHOLAT DAN BACA QUR'AN DULU GIH. اللّهم صل على سيدنا محمد وعلى اٰل سيدنا محمد __________________________________ Berawal dari masuknya seorang gadis dalam suatu pesantren. Fairuz Faizah Faihanah, gadis remaja nakal yang selalu membuat onar di sekolahnya. akibat ulahnya dia harus berulangkali keluar masuk ruang BK, tapi dia tak menggubrisnya. orang tuanya pun sudah tak sanggup lagi harus menasehatinya dengan cara apalagi. Hingga mereka memutuskan untuk memasukkan putrinya itu disebuah pesantren milik sahabatnya. ~Alghaisan Farhan Thabrani "Bagaimana pun caramu memperjuangkanku, aku tak akan pernah peduli akan hal itu." ~Fairuz Faizah Faihanah "Sedingin apapun sikapmu padaku, aku akan tetap memperjuangkanmu." ________________________________ By fdlhkhrnnsa73

More details
WpActionLinkContent Guidelines