We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mel Ody

Mel Ody

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Love Triangle
[on going] Hadir kembali sosok yang mereka sayangi itu menjadi harapan terbesar setiap orang. Seperti hal nya dengan Asean Mendapatkan kasih sayang dari sosok yang mereka sayangi juga menjadi harapan terbesar setiap orang. Itu yang dia rasakan, Viody Menginginkan sebuah kejujuran, keberanian, kesetiaan, juga keadilan, bukan nya kasih sayang dan cinta itu yang diharapkan oleh gadis ini. Melody Semua orang juga pasti memiliki sebuah harapan, tapi bisakah mereka mewujudkan nya? Bisakah mereka melewati segala rintangan untuk mendapatkan semua harapan itu? Bisakah aku mendapatkan kebahagiaan? ➪➪➪ Simak cerita berikut ini dan jangan lupa untuk memberikan bintang kepada cerita ini
All Rights Reserved
#1
samudera
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Silent Traces by the Sea
  • Clause of Us
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines