We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pinkie

Pinkie

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 24, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Kamu..., masih menjadi pemeran utama dalam hidupku. Menjadi bagian yang terpenting yang tak mudah bagiku untuk melupakan. Memberiku pelajaran tentang artinya sebuah kehangatan, walau semua sudah berlalu. Kamu bahkan meninggalkan ku dengan rindu ini,membiarkan aku hanyut dalam dekap bayang-bayang yang selalu ingin aku gapai. "Dri...," Gadis bergaun biru itu menatap ruangan kosong itu dengan danar. Dulu dia disini, bersama sosok yang selalu menggenggam tangannya erat. Sosok yang yang ia tinggalkan di kota ini, dia yang terseyum sangat manis. "Jangan nangis ya, kamu jelek" ucapan itu membuat gadis itu menoleh ke arah belakang tubuhnya. Air matanya luruh tidak bisa lagi ia tahan, saat ia merasa itu benar-benar sosok yang ia cintai. Gadis itu berlari ingin memeluknya, namun belum sampai pada sosok itu, ia kembali kehilangan. Bayangan masa lalu itu sangat menyakitkan, hampir setiap detik ia merindukan sosok itu. Menginginkan dirinya kembali mengingat pada sosoknya yang telah pergi selamanya....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Destiny.
  • TIANNE (My Happiness Is In You) (✓)
  • Sincere (Nara)
  • TERA
  • ABIELA (short story, finished)
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • CACING PITA
  • Setelah Kita Putus (Sudah Terbit)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines