Menepi (on going)

Menepi (on going)

  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
Adakala kita perlu beristirahat sejenak untuk menepi karena kapal yang kita kendarai diterjang ombak begitu berang. Kadang, raga yang kita tumpangi ini perlu perbaikan. Setelah melewati dunia dengan ombak besar. Jika dipaksakan, kerusakan akan menyebar. Terlalu dalam dan melebar. Maka, bertepilah di selasar. Kemudian mendatangkan orang , untuk memperbaikinya. Beriringan dengan tekad, merelakan dan keikhlasan yang terletak dalam diri. Lembaran barupun akan sukarela datang menghampiri. Bukankah sebuah kapal harus berlayar lagi untuk bisa sampai ditempat tujuan?
All Rights Reserved
#455
jomblo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Sea Gentala (Tamat) ✔️
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • ruang
  • Tiga Puluh Hari Tanpamu
  • Suarasa
  • HOME FOR WOUNDS
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Bertumpu
  • Yang Tak Terucap...

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines