We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menepi (on going)

Menepi (on going)

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Adakala kita perlu beristirahat sejenak untuk menepi karena kapal yang kita kendarai diterjang ombak begitu berang. Kadang, raga yang kita tumpangi ini perlu perbaikan. Setelah melewati dunia dengan ombak besar. Jika dipaksakan, kerusakan akan menyebar. Terlalu dalam dan melebar. Maka, bertepilah di selasar. Kemudian mendatangkan orang , untuk memperbaikinya. Beriringan dengan tekad, merelakan dan keikhlasan yang terletak dalam diri. Lembaran barupun akan sukarela datang menghampiri. Bukankah sebuah kapal harus berlayar lagi untuk bisa sampai ditempat tujuan?
All Rights Reserved
#209
ceritaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suarasa
  • Happy Is Bulshit
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Yang Tak Terucap...
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • Benalu [Terbit]
  • LENGKARA
  • Bertumpu
  • Permainan Takdir [TAMAT]
Suarasa

[Sekuel INSPIRASA] Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang-orang melanjutkan hidupnya sepeninggal insan terkasih yang tidak akan pernah kembali pulang? Mereka yang ditinggalkan anak yang paling dibanggakannya, yang menjadi patokan keberhasilan mereka menjadi orang tua. Mereka yang ditinggalkan kakak yang paling bisa diandalkan, menjadi panutan dalam hal menjalani hidup sebagai seorang anak. Dan aku yang juga ditinggalkannya. Yang berat menyebutnya sebagai kekasih sekalipun pernah berbagi rasa. Tidak mudah juga mengingatnya sebagai seseorang yang pernah hampir sampai menginjaki salah satu gerbang tahapan hidup meski jalanan yang tidak mulus itu sudah berhasil dilewati bersama. Mereka yang kelihatannya tidak sakit dan terluka meski apa yang meneduhkan itu roboh menimpa mereka, menyisakan puing-puing yang sulit untuk kembali dibangun. Pun aku yang tampak terlalu sakit dan penuh luka ini, berdarah-darah bangkit dan pergi meninggalkan semuanya, mencari dunia lain untuk bisa kembali pulih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines