Sepasang

Sepasang

  • WpView
    Reads 2,801,582
  • WpVote
    Votes 269,262
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 6, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue udah nggak perawan." "Terus?" "Gue udah nggak perawan," katanya lagi seakan-akan menekan kalimat itu biar gue denger. Gue nggak nggak budek, ye. Dia mengulangi kalimat pembuka beberapa menit lalu. "Ya, lo seharusnya batalin perjodohan kita lah." "Gue nggak masalah tuh," ujar gue dengan santai. "Lo udah nggak perawan kek. Lo udah pernah nikah terus jadi janda. Gue nggak masalah sama sekali. Asal, lo bukan istri orang aja. Lo single 'kan?" Dia diam. "Malah enak kalau udah nggak perawan. Lo lebih berpengalaman," tambah gue lagi karena dia masih menatap gue kagum. "Btw, gue suka cewek yang agresif. Kelihatan lebih hot." [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
All Rights Reserved
#147
nerd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RadenRatih
  • My possesive boyfriend
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • BarraKilla
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • 180° [END]
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Not My Sugar Daddy (END)
  • R2•
  • Bersamamu

"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo." 17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP! FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG. Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA) Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden. Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri. [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines