TAS [5] - JAZZILA

TAS [5] - JAZZILA

  • WpView
    Reads 654
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2020
Kisah Romeo dengan Jazzi belum usai hanya sampai disitu saja. Ada banyak kelumit kisah yang akan hadir kembali, melanjutkan kisah lama mereka berdua. Adalah patah hati terhebat bagi siapapun orang yang sudah mencintai orang lain dengan sangat, namun malah cinta itu dipatahkan begitu saja oleh takdir. Lantas, mampukah Romeo merelakan Jazzila jatuh ke pelukan cinta yang lain? Mengingat bahwa kisah mereka tak akan pernah lagi dapat dilanjutkan seperti sebelumnya? Lalu, relakah Jazzila melihat Romeo bersama cinta yang lain? Mampukah Jazzila move-on dari cintanya bersama Romeo?
All Rights Reserved
#158
romeo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • PAINFUL LOVE [COMPLETE]
  • HURT
  • "Being Yours"
  • We Can't Be Friends
  • IDOLA GAMBUS - Bingkai Rindu Alkahfi
  • A Wedding Moment (END)
  • SALAH
  • Why Did I Fall in Love With You (END)

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines