He is My Schield

He is My Schield

  • WpView
    Reads 625
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 5, 2025
Apa yang berpikir olehmu ketika mendengar kata cinta pertama? Bahagia? Sedih? Untuk pertama kalinya merasakan apa itu yang namanya cinta. Tentu indah dan sulit tuk dilupakan bukan? Tapi, bagaimana jika cintamu itu terhalang oleh sebuah perbedaan iman yang cukup kuat? Kau harus memilih antara pindah hati atau pindah Tuhan. Pilihan yang cukup sulit, bukan? Inilah kisah Iqbal dan Christy, kisah cinta pertama dan cinta beda agama yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Akankah mereka berakhir bahagia? Atau berujung sebuah perpisahan? Terima kasih telah menjagaku, melindungiku, dan selalu ada untukku, Perisaiku. -Christina Putri Angeline Terima kasih telah mengisi kekosongan dalam hidupku dan mengajarkanku arti kebahagian. -Iqbal Nur Habibie
All Rights Reserved
#216
christy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Aisyah(TAHAP REVISI)
  • MASA-MASA SAAT SMA
  • Namanya Intan (TAMAT)
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • satu Hati Beda Agama
  • Cinta Ku Dalam Diam Di Pondok Pesantren✅
  • MaVino [END]
  • Kisah Berakhir Rasa

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines