Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 8, 2020
Jika benar cinta sejati itu ada, maka apakah kau adalah orangnya? Jika iya, aku mohon jangan buat hatiku semakin tak berbentuk. Dan maaf jika hati yang kau minta ini sudah tidak utuh. Memang tak pantas cinta yang cacat kuberikan pada seseorang yang sempurna seperti dirimu. Jadi, bolehkah kuminta kau menjaga cinta ini dengan caramu? Cukup jangan pernah berpaling, itu yang aku mau. - Dhiajeng Ayu - Aku memang hanya bisa diam, bahkan tak mampu mengungkapkan cinta. Tapi izinkan aku untuk menunjukkan bagaimana mencintaimu dengan sempurna. Ku harap kau mengerti segala isyarat yang kuberi. Tak perlu terburu-buru. Biar kuajari isyarat cintaku dengan caraku. Cukup kau percaya, maka aku yang akan menuntunmu dan membuktikan, cinta sejatimu adalah aku. - Cakra Kusuma - Bercerita tentang Ajeng yang harus rela cintanya kandas karena sebuah penghianatan. Dia, yang Ajeng percaya akan menjadi pelabuhan untuk berlayar dengan bahtera rumah tangga, sukses membuat Ajeng harus rela berteman dengan kata ikhlas. Cinta sejata yang dulu Ajeng puja-puja, harus ia relakan untuk kebahagiaan orang lain. Lantas bagaimana Ajeng berdamai dengan lukanya? Bagaimana Ajeng bangkit kembali untuk mencintai? Apakah Ajeng akan tetap memperkokoh bentengnya jika seseorang yang bahkan tak pernah ia kenal hadir dalam kisahnya?
All Rights Reserved
#443
pengacara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Sakura And Revenger[End]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Coretan Tangan Naira
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • I Love My Little Sister
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Maina & Maxim
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • GEMINTANG HATIKU

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines