Story cover for Lily (End) by VhaayZhy
Lily (End)
  • WpView
    Reads 15,719
  • WpVote
    Votes 1,564
  • WpPart
    Parts 31
  • WpView
    Reads 15,719
  • WpVote
    Votes 1,564
  • WpPart
    Parts 31
Ongoing, First published Apr 08, 2020
"Apa yang dipersatukan Tuhan tidak akan bisa dipisahkan manusia"

- Zio Akbar Syahputra -

"Kamu tahu dengan siapa aku ingin menjalani sisa hidupku?"

- Lily Anandita . A -

"Cobalah bertanya pada takdir, siapa yang akan menjemputmu terlebih dulu? Jodoh? atau ajal?"

- Lara Anandita Ahmad -



Mereka kembar identik, Lily dan Lara. Mereka sama, namun diperlakukan berbeda oleh sang Mama. Kenapa? Kenapa harus dibedakan jika mereka terlahir dari rahim yang sama? Apa sebenarnya yang terjadi?

Lalu ketika cinta datang menyapa, siapa yang akan dipilih Zio, Lily atau Lara?




❤ Start April 2020 ❤
All Rights Reserved
Sign up to add Lily (End) to your library and receive updates
or
#375dokter
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Retrouvailles cover
Azkia(SELESAI) cover
EGALITER: Twinflame Life Lessons cover
Flight With You ✔ (COMPLETE) cover
Cinta Dua Hati  [SELESAI✔] cover
Kenapa Harus Dia? END ✔️ cover
This Love cover
CINTADIMAS cover
Sang Pemangku Kegagalan | ✔ cover

Retrouvailles

80 parts Complete

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."