Alzena

Alzena

  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 9, 2020
WpInfo
No ficción
Etiquetasalzenanadia
Seharusnya rumah menjadi tempat kembali, disaat kaki tak mampu lagi menempuh jalanan sunyi,seharusnya rumah menjadi tempat yang paling dirindukan bagi semua orang,namun kadang takdir berbeda untuk beberapa manusia, nadia! begitulah dia selalu dipanggil teman"nya memiliki rumah yang kelam bukan harapannya namun itu adanya, orangtuanya bercerai, kehidupannya perlahan hancur namun tawanya akan selalu merekah menutupi semua luka,akankah dia berakhir bahagia? atau malah berujung duka? dia tidak tahu apa yang Tuhan rencakan untuk dirinya terkadang dia berpikir Tuhan tidak adil namun saat yang bersamaan dia teringat ayahnya yang selalu berkata Tuhan itu selalu adil namun kadang manusia tidak menyadarinya karena murka,benarkah begitu? entahlah yang pasti ia tahu adalah akan ada bahagia setelah duka dan dia berharap hanya dia yang merasakan hal ini,jangan sampai seorangpun merasakannya itu yang selalu dia ucapkan diujung do'anya agar semua orang bahagia.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Desir Arah
  • Silence In Their Minds
  • Diary Peri Keceriaan
  • ALEENA'S LIFE
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • ALLAND
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Di Balik Nama Zella

Jauh sebelum lintang bintang memudar Dia pernah berpikir ke arah mana kaki melangkah Dengan rasa lelah memuncah Tertatih-tatih kehilangan arah Lalu suatu ketika dipenutup oranye cerah Tangannya mengepal menemukan rumah Yang tak pernah menjadi pernah Dan dia merengkuh kesah Pelangi pernah bilang bahwa dia manusia paling pelupa mengenai jalan pulang, sedangkan Haysel pernah bilang bahwa ia hanya anak cowok yang tidak punya jalan pulang. Dari sebalik ruang gelap kamar sunyi milik Russel, cowok itu bergumam sendu. Ia bingung, bagaimana caranya mengumpulkan keberanian untuk pulang? "Belum pulang?" "Sebentar lagi," jawabnya merengkah senyum cerah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido