Alzena

Alzena

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 9, 2020
Seharusnya rumah menjadi tempat kembali, disaat kaki tak mampu lagi menempuh jalanan sunyi,seharusnya rumah menjadi tempat yang paling dirindukan bagi semua orang,namun kadang takdir berbeda untuk beberapa manusia, nadia! begitulah dia selalu dipanggil teman"nya memiliki rumah yang kelam bukan harapannya namun itu adanya, orangtuanya bercerai, kehidupannya perlahan hancur namun tawanya akan selalu merekah menutupi semua luka,akankah dia berakhir bahagia? atau malah berujung duka? dia tidak tahu apa yang Tuhan rencakan untuk dirinya terkadang dia berpikir Tuhan tidak adil namun saat yang bersamaan dia teringat ayahnya yang selalu berkata Tuhan itu selalu adil namun kadang manusia tidak menyadarinya karena murka,benarkah begitu? entahlah yang pasti ia tahu adalah akan ada bahagia setelah duka dan dia berharap hanya dia yang merasakan hal ini,jangan sampai seorangpun merasakannya itu yang selalu dia ucapkan diujung do'anya agar semua orang bahagia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Di Balik Nama Zella
  • ABOUT YOU! [Harqeel]
  • Desir Arah
  • [Complete] Fate in Chains
  • S2 Pundung Family [[HIATUS]]
  • ALLAND
  • Bercerita dalam Hampa

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines