Story cover for Alzena by tl0307
Alzena
  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado abr 08, 2020
Seharusnya rumah menjadi tempat kembali, disaat kaki tak mampu lagi menempuh jalanan sunyi,seharusnya rumah menjadi tempat yang paling dirindukan bagi semua orang,namun kadang takdir berbeda untuk beberapa manusia, nadia! begitulah dia selalu dipanggil teman"nya memiliki rumah yang kelam bukan harapannya namun itu adanya, orangtuanya bercerai, kehidupannya perlahan hancur namun tawanya akan selalu merekah menutupi semua luka,akankah dia berakhir bahagia? atau malah berujung duka? dia tidak tahu apa yang Tuhan rencakan untuk dirinya terkadang dia berpikir Tuhan tidak adil namun saat yang bersamaan dia teringat ayahnya yang selalu berkata  Tuhan itu selalu adil namun kadang manusia tidak menyadarinya karena murka,benarkah begitu? entahlah yang pasti ia tahu adalah akan ada bahagia setelah duka dan dia berharap hanya dia yang merasakan hal ini,jangan sampai seorangpun merasakannya itu yang selalu dia ucapkan diujung do'anya agar semua orang bahagia.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir Alzena a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] de din4diinn
25 partes Continúa
⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
ALEENA'S LIFE cover
Bercerita dalam Hampa  cover
ABOUT YOU! [Harqeel] cover
Di Balik Nama Zella cover
Could you be a home for me? [TAMAT] cover
Silence In Their Minds  cover
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] cover
Rebel's cover
Mencari Cinta Sejati (END) cover
Diary Peri Keceriaan cover

ALEENA'S LIFE

10 partes Concluida

Keluarga adalah rumah. Begitu menurut kebanyakan orang, ia bisa menjadi tempat bernaung dikala hati dan pikiran penuh dengan hiruk pikuk penatnya kehidupan dunia luar. Tempat dimana bisa membuat suasana diri menjadi damai terkendali. Tapi tidak menurut Aleena Afrilya Putri, gadis remaja yang baru memasuki usia 17 tahun. Ia mendefinisikan keluarga sebagai sebuah ketakutan dan trauma. Dengan usia yang masih belia. Ia telah menelan pahitnya kehidupan. Keluarga utuh yang pernah ia rasakan pada masa itu, kini hilang arah. Rumah yang seharusnya sebagai tempat bernaung, tempat ia merasa aman dan terlindungi kini telah sirna. Akankah ia sempurna meniti tangga kehidupannya ?