What is Me?

What is Me?

  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 5, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Aku bukanlah seorang gadis yang menarik, sejak dulu. Aku bukanlah seorang gadis yang menyenangkan, sejak dulu. Aku bukanlah seorang gadis yang terbuka pada siapapun, sejak dulu. Aku bukanlah seorang gadis yang diinginkan, sejak dulu. Kalau hidup diibaratkan dengan pigura foto, aku adalah papan penyangga yang berada di bagian belakangnya. Kalau hidup diibaratkan dengan sekotak susu, aku adalah plastik pembungkus sedotannya. Kalau hidup diibaratkan dengan film, aku adalah kursi yang dipakai untuk istirahat para pemain. Dalam hidup dan setiap pengalaman yang terjadi padaku, sangat jarang aku bisa menjadi seseorang yang diperhitungkan. Atau setidaknya, menjadi seseorang yang bisa dianggap. Aku juga tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur siapapun. Aku tidak sebaik itu. - Copyright©2020 oleh raraseorang, Maulida Z Azizah
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#68
ksatria
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Antara aku dan dunia
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Sekali Lagi (End)
  • Fading Out Flickers
  • Mahligai Sunyi
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Cinta Berbalut Puisi
  • DikaRanggi

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan