What is Me?

What is Me?

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2020
Aku bukanlah seorang gadis yang menarik, sejak dulu. Aku bukanlah seorang gadis yang menyenangkan, sejak dulu. Aku bukanlah seorang gadis yang terbuka pada siapapun, sejak dulu. Aku bukanlah seorang gadis yang diinginkan, sejak dulu. Kalau hidup diibaratkan dengan pigura foto, aku adalah papan penyangga yang berada di bagian belakangnya. Kalau hidup diibaratkan dengan sekotak susu, aku adalah plastik pembungkus sedotannya. Kalau hidup diibaratkan dengan film, aku adalah kursi yang dipakai untuk istirahat para pemain. Dalam hidup dan setiap pengalaman yang terjadi padaku, sangat jarang aku bisa menjadi seseorang yang diperhitungkan. Atau setidaknya, menjadi seseorang yang bisa dianggap. Aku juga tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur siapapun. Aku tidak sebaik itu. - Copyright©2020 oleh raraseorang, Maulida Z Azizah
All Rights Reserved
#295
words
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Coretan Sera (HIATUS)
  • Mahligai Sunyi
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Sekali Lagi (End)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • IF YOU

Saat rumah tak lagi terasa aman, justru seseorang yang tak pernah benar-benar kita miliki bisa jadi tempat pulang paling hangat. Masih Ada Kamu di Setiap Luka. Mengisahkan Nadira dan Arka-dua jiwa yang bertemu di masa sekolah, saling menemukan kenyamanan di tengah luka yang tak selalu terlihat. Di balik tawa yang disembunyikan dan keluarga yang mulai retak, Arka hadir tanpa banyak janji, tapi justru menjadi tenang yang selalu Nadira cari. Namun, tidak semua cinta ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang cukup datang sebentar, lalu pergi, meninggalkan bekas yang justru membuat kita tumbuh. Ini bukan sekadar kisah cinta pertama atau patah hati. Ini adalah cerita tentang bertahan. Tentang mengikhlaskan tanpa membenci. Tentang memilih bahagia, meski dengan luka yang masih menetap. Untuk siapa pun yang pernah mencintai diam-diam, kehilangan tanpa sempat memiliki, dan belajar bahagia dengan cara yang baru-kisah ini untukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines