JINGGA
  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
Usahakan follow dulu ya sebelm baca Jingga, seorang siswi blasteran yang memiliki paras yang menawan, memikat banyak perhatian orang lain, bahkan terkenal pintar disekolahnya, siapapun tau siapa sosok Jingga. Jingga yang notabennya belum pernah pacaran, karena menurutnya itu hanya buang-buang waktu saja. Tapi siapa sangka, kehadiran siswa pindahan disekolahnya, yang diketahui nakal, pembuat onar, tapi begitu tampan, dan bahkan pintar, berhasil meruntuhkan pendirian sosok Jingga. **** "Kenapa lo gk pernah liat gue? Gue selalu berusaha biar nama gue ada didalam hati lo, harus sampai kapan Jingga?! Gue ada dihadapan lo" ucap Senja dihadapan Jingga yang sedang menangis bingung harus bagaimana . Ayo ikuti terus kisah mereka
All Rights Reserved
#118
fiksiromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Senja dan Jingga
  • IGNITES (END)
  • Diary [COMPLETED]
  • Warna Warni Rasa (TERBIT)
  • LIMERENCE // ✔
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Lutte | Jung Jaehyun [End]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines