Writing is Healing

Writing is Healing

  • WpView
    Membaca 29
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 13, 2020
Hidup bukan permainan yang bisa dengan mudah dicoba-coba kemudian bosan dan beralih ke mainan baru lagi. Setiap kita punya kisah yang berbeda dengan rasa yang berbeda pula. Setiap keputusan memiliki konsekuensinya. Tidak penting berhasil atau gagal. Namun bagaimana kau menerima setiap resiko dengan berani. Ketika bercerita tak membuat mu lega, menulis bisa menjadi obat hati yang terluka. Writing is Healing adalah sebuah catatan dari hati yang terluka, suara-suara tak terdengar, dan harapan untuk esok yang lebih baik. Sebuah project untuk lebih mengenal dan memahami diri sendiri. ~ Beedelweiss Terbit setiap hari pukul 21.00
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#1
fomo
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • It's Okay, Kamu Normal !
  • If I Die, Will You Listen?
  • Letters for Self
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • DAMIAN
  • Lintas Rasa (Selesai)
  • You are my love
  • DIARY SIKOCAK
  • Self Injury's(complete)✔
  • HEALING (ON GOING)

Banyak orang datang dan pergi tanpa alasan, sekalinya ada hanya seperti bayangan. Memang dalam menjalani proses kehidupan terkadang terasa berat dan melelahkan. Jadi tetap semangat ya untuk menggapai kebahagian. Sering kali suara ini dibungkam, segala usaha tidak dihargai dan telinga merasakan sakit karena suara-suara yang cukup berisik. Lalu esokan harinya semua dibanding-bandingkan seolah apapun yang dijalani salah sehingga terpaksa wajah ini memakai topeng kepalsuan lalu bergerak seperti wayang. Apakah harus diam melihat keasingan antara jiwa dan raga ini ? Apakah salah jika menjadi diri sendiri ? "Tuhan, kapan kebahagian datang kepadaku? Mereka sudah lari jauh didepan sedangkan diri ini masih pada tempatnya". Memang tanpa harapan hidup terasa hampa sedangkan kesabaran dan bersyukur merupakan salah satu kunci dalam kehidupan. Bukankah hanya Maha penciptalah yang bisa membantumu. Jadi apakah semua ini normal? Apakah hanya diriku saja yang merasakannya? Lalu bagaimana aku harus bertahan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan