Writing is Healing

Writing is Healing

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2020
Hidup bukan permainan yang bisa dengan mudah dicoba-coba kemudian bosan dan beralih ke mainan baru lagi. Setiap kita punya kisah yang berbeda dengan rasa yang berbeda pula. Setiap keputusan memiliki konsekuensinya. Tidak penting berhasil atau gagal. Namun bagaimana kau menerima setiap resiko dengan berani. Ketika bercerita tak membuat mu lega, menulis bisa menjadi obat hati yang terluka. Writing is Healing adalah sebuah catatan dari hati yang terluka, suara-suara tak terdengar, dan harapan untuk esok yang lebih baik. Sebuah project untuk lebih mengenal dan memahami diri sendiri. ~ Beedelweiss Terbit setiap hari pukul 21.00
All Rights Reserved
#28
jurnal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Letter to Myself
  • KETUK(ER)
  • If I Die, Will You Listen?
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Hopeless
  • Lintas Rasa (Selesai)
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • DIARY SIKOCAK

[COMPLETED] "Teruntuk diriku, Ada malam dimana kamu menangis. Lalu ada malam dimana kamu mengubur kesedihanmu dan berkata kamu sudah lelah. Tapi selalu ada hari esok yang membuatmu cemas dan ketakutan. Karena kamu terus berpikir bahwa esok akan selalu sama. Tidak ada mentari. Hanya ada hujan. Bisakah kamu berlari dari rasa takutmu? Bisakah kamu menatap segala sesuatunya sebagaimana cara orang lain memandang?" -Fyura Starlyn, A Letter to Myself Fyura Starlyn, seorang perempuan dengan gangguan kecemasan yang terus berjuang untuk sembuh. Perjuangannya justru mempertemukannya dengan Antares, senior di kampusnya, yang ternyata sama-sama memiliki luka dan kisah menyakitkan yang sulit dilupakan. Mampukah mereka berjalan keluar dari rasa sakit? Atau justru mereka harus bergelut dengan luka batin selama terus menerus? Kisah ini, termasuk segala tawa dan sesak yang tertulis di dalamnya, semua ini untuk kita. Untuk kita yang sedang belajar mencintai diri sendiri. Yang sedang merangkak dari rasa sakit. Yang sedang mencoba menatap hidup dengan penerimaan seadanya. Dan kamu, yang sedang tertatih, mencoba menerima diri. Ps : Baca saja, siapa tahu kamu menemukan teman di dalamnya😁 ~First publish : 1 Juli 2019 ~Update setiap Kamis dan Sabtu

More details
WpActionLinkContent Guidelines