We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Writing is Healing

Writing is Healing

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup bukan permainan yang bisa dengan mudah dicoba-coba kemudian bosan dan beralih ke mainan baru lagi. Setiap kita punya kisah yang berbeda dengan rasa yang berbeda pula. Setiap keputusan memiliki konsekuensinya. Tidak penting berhasil atau gagal. Namun bagaimana kau menerima setiap resiko dengan berani. Ketika bercerita tak membuat mu lega, menulis bisa menjadi obat hati yang terluka. Writing is Healing adalah sebuah catatan dari hati yang terluka, suara-suara tak terdengar, dan harapan untuk esok yang lebih baik. Sebuah project untuk lebih mengenal dan memahami diri sendiri. ~ Beedelweiss Terbit setiap hari pukul 21.00
All Rights Reserved
#120
jurnal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • If I Die, Will You Listen?
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END
  • Self Injury's(complete)✔
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • You are my love
  • DIARY SIKOCAK
  • HEALING (ON GOING)
  • Hopeless

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines