Unexpected Life

Unexpected Life

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Alisha, seorang cewe terdingin di antero sekolah yang mempunyai latar belakang yang menyedihkan dan juga misterius, membuat Devan seorang cowo ganteng, pinter dan selalu berprestasi dan juga kapten basket sekaligus ketua OSIS yang banyak "fansnya" penasaran dengan cewe yang dinginnya sedingin puncak gunung Everest dan datar seperti tembok. Awalnya Devan memang penasaran dengan latar belakang cewe itu, tapi suatu saat sahabatnya memberikannya sebuah dare untuk mendekati Alisha. Apakah Devan berhasil untuk menghancurkan benteng es yang dibuat sangat kokoh oleh Alisha? ataukah semua usaha Devan hanya sia-sia saja?
All Rights Reserved
#3
cewedingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because of Ticket!
  • HAIHS [ 2 ] Mars [Completed] ✓
  • Between Love And Ideals (TELAH TERBIT)
  • ALEXANDER (COMPLETED)
  • UNIT KILLER SAVAGE (END)
  • I HATE YOU BUT I LOVE YOU
  • BAD?! It's Me!{END}
  • Horibble Woman (END)

Karena tak bisa membeli tiket konser Muse, Nadya sampai merengek-rengek di bawah pohon eucalyptus di belakang sekolah. Ia hampir menangis, bahkan sampai menelungkupkan kepalanya karena frustrasi. Namun, saat ia mengangkat kepalanya, ada seorang cowok yang berdiri di hadapannya. Bukan, cowok itu bukan orang asing. Cowok itu adalah Aldo Nugraha. Blasteran Prancis-Indonesia, Ketua OSIS, kapten tim basket, dan siswa terpintar di angkatan mereka. Dengan senyum yang secerah matahari, Aldo dikenal sebagai sosok yang ramah dan menyenangkan. Baik cewek maupun cowok, semua orang menyukai kehadirannya. Namun, di hari itu, ia mendekati Nadya dengan satu kalimat yang mengubah segalanya: "Kamu mau tiket konser Muse?" "Iya," jawab Nadya, masih manyun. "Aku punya satu tiketnya," ucap Aldo. "tapi kamu yakin?" "Yakin kenapa?" tanya Nadya bingung. "Ada perjanjiannya." "Hah?" Nadya mengernyitkan dahi. Perjanjian apa? Ah, bodo amat! Yang penting dia bisa dapat tiketnya! "Oke, oke, nggak apa-apa! Apa aja perjanjiannya asal aku dapet tiketnya!" ujar Nadya mantap. Ia memang penggemar berat Muse. "Oke. Perjanjiannya itu..." ujar Aldo, matanya menatap Nadya dengan lekat. Cowok itu pun tersenyum manis, lalu melanjutkan: "Kamu jadi pacar aku." ****** Buku ini sudah diterbitkan pada tahun 2018 dan versi lamanya masih tersedia di Google Play Books. Judul Bahasa Indonesia: Jadian karena Tiket

More details
WpActionLinkContent Guidelines