rindu dan benci

rindu dan benci

  • WpView
    LECTURAS 88
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 28, 2020
Dulu kita pernah tertawa, bahkan berbagi senja sepiring berdua. Dulu kita pernah merdu di telinga, namun kini ia hanya sebatas kata. Rindu adalah perkara ruh, bukan perkara jasad. Merindukanmu barangkali omong kosong yang masuk akal. Sedangkan, perpisahan hanyalah perkara mata dan ingatan, sama sekali tak berlaku pada hati dan jiwa. Kita tidak pernah saling membenci, hanya saling merindu." "Gelap tidak pernah mengutuk takdirnya. Meski selalu di hina, di benci bahkan dihindari. Aku rindu tapi aku benci semua sikap acuhmu padaku.... Aku lebih suka hujan daripada pelangi. Karena saat hujan itulah aku bisa mengenang cerita kita dulu aku terus menunggu mu berharap kau datang kesini... aku terus menunggu dan berharap Yang aku tau cinta itu awalnya manis tapi mengapa aku harus merasakan pahit dibelakangannya? Jika kamu merasa aku bukanlah yang terbaik untukmu itu salah, karna belum tentu dia bisa seperti aku yg tulus menyanyangi mu jika suka dengan cerita ini jangan lupa vote dan coment ya,vote kalian sangat berarti untuk ku biar semangat nulis. selamat membaca.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • langit biru
  • UNREQUITED LOVE [COMPLETED]✔
  • Aisyah(TAHAP REVISI)
  • Zenna Story
  • Waiting To Be Ended
  • God's Surprise ( Slow Update )
  • HARUSKAH KU PERGI
  • April Rain
  • Back To You

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido